GMPI Gelar Diskusi Dampak Kenaikan BBM

Pelopor.Net - 29 Oktober 2022 - 18:22 WIB
GMPI Gelar Diskusi Dampak Kenaikan BBM
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

PELOPOR.net – Surabaya – Pengurus Wilayah Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Jawa Timur menggelar diskusi publik bertajuk Dampak Kenaikan BBM Terhadap Masyarakat Ekonomi Menengah Kebawah, Sabtu (29/10/2022) di Hotel Elmi Surabaya.

Dialog ini untuk mengasah sisi intelektual para pemuda dalam mengkritisi kebijakan kenaikan BBM oleh pemerintah.

Hadir sebagai narasumber Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M. Eng kepala Puskaji Kebijakan Publik ITS, Achmad Fikri Hidayat SH, M.Kn Tenaga ahli DPR RI, dan Arya Yusa Dwicandra Section Head Communication Pertamina Patra Niaga Jatim Balinus.

Hadir pula pengurus cabang GMPI 38 kabupaten/kota se-Jatim serta organisasi massa dan organisasi mahasiswa seperti PMII, HMI dan lainnya. Diskusi ini digelar dalam rangka pelantikan Pengurus GMPI Jatim.

Arya Yusa mengatakan, Pertamina seringkali menjadi sasaran utama kritik dan amarah dari masyarakat atas kenaikan harga BBM, padahal Pertamina hanyalah sebagai pelaksana saja, bukan penentu kebijakan atas naiknya harga BBM tersebut.

“Pertamina hanya pelaksana di lapangan, kebijakan adalah ranahnya pemerintah, dengan diskusi seperti ini bisa memberikan edukasi dan informasi tambahan kepada masyarakat terutama dari teman organisasi dan mahasiswa Agar mereka bisa punya bahan melihat dari dua sisi, tidak hanya melihat dari satu sisi tapi dari sisi Pertamina sendiri seperti apa,” Ucapnya.

Arya menambahkan, Pertamina punya semangat tersendiri untuk memberikan informasi dan edukasi terutama dalam Patra Niaga terkait penyaluran BBM dan elpiji, pihaknya akan sangat senang bisa berdiskusi semacam ini.

Arya juga menyebut dari kenaikan harga BBM yang terjadi, jenis Pertalit misalnya naik menjadi Rp 10.000/liter, sebenarnya harga itu tersusun dari harga pokok pertalit sendiri, ditambah PPN 10% yang masuk negara, lalu sekian persen masuk pemerintah daerah dan sekian persen lagi keuntungan bagi pengusaha atau SPBU penjual BBM, sehingga didapatlah harga 10.000/liter untuk Pertalit.

Jika ada yang mengkritisi untuk apa dana dari hasil kenaikan BBM tersebut dipakai, bisa mengajukannya ke pemerintah daerah setempat pula.

Sementara itu Ketua GMPI Jatim, Sugondo SH mengatakan, diskusi ini sebagai langkah awal mengambil gerakan selanjutnya dari pemuda yang tergabung dalam GMPI, apakah hendak melakukan demonstrasi, kritik konstruktif hingga langkah lainnya.

“Kita masuk dulu, kita nanya ke sana akhirnya kita sepakat daripada kita ramai seperti itu, mending kita audiensi dulu lalu kita adakan acara seperti ini, kita memberi ruang pada Pertamina supaya menjelaskan secara langsung,” Terangnya.

Sugondo berharap, melalui diskusi semacam ini pemuda yang akan menjadi penerus dari kepemimpinan nantinya bisa mengambil pelajaran, ketika nanti menjadi pemimpin atau pemangku kebijakan, supaya bisa memperbaiki sistem, sebab menurut Sugondo, seperti yang diketahui bisa jadi sistemnya baik, cuma yang pegang kekuasaan kurang baik hasilnya akan tidak baik.

“Dari sini kita belajar bagaimana setiap ada permasalahan itu tidak harus diselesaikan di luar, tapi di dalam Insyaallah lebih adem,” Terangnya.

GMPI Jatim, lanjut Sugondo, berencana akan terus membuat acara dialog semacam ini, terutama yang menyangkut kebijakan publik, bisa pula dengan menggandeng instansi, BUMN atau anak BUMN, selama dialog itu bisa mendidik untuk membangun generasi muda kedepan.

Sugondo yang baru saja dilantik sebagai ketua GMPI Jatim ini, akan aktif menghidupkan dialog dialog ilmiah untuk bisa membangun Jawa Timur pada khususnya, dan bisa memajukan pendidikan pemuda dan akan lebih luas komunikasi dengan organisasi pemuda yang ada di Jawa Timur.

“kita akan melaksanakan diskusi semacam ini, akan ada diskusi-diskusi yang lain gitu, insyaallah,” Terangnya.

 

(Agus-1/S)

 933 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X