Gubernur Khofifah Usulkan Sentra Batik Candi Madiun Jadi Desa Devisa

Pelopor.Net - 16 Februari 2022 - 10:45 WIB
Gubernur Khofifah Usulkan Sentra Batik Candi Madiun Jadi Desa Devisa
 (Pelopor.Net)
|
Editor

Keterangan Foto: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

PELOPOR.net – Madiun – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengusulkan sentra batik ‘Oemah Batik Candi’ di Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, menjadi desa devisa. ke Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Gubernur mengatakan, selama ini tidak banyak sentra batik yang konsisten dengan produk batik tulis. Kebanyakan sudah campuran antara batik tulis, batik cap, dan juga printing. Pihaknya melihat, Oemah Batik Candi terus konsisten hanya di batik tulis.

“Saya tadi tanya apakah ini batik tulis saja atau juga dengan cap. Ternyata batik tulis saja. Tentu ini suatu hal yang konsisten dan tidak banyak yang melakukan,” ujar Gubernur Khofifah saat berkunjung di Oemah Batik Candi, Kabupaten Madiun, Selasa, (15/2/2022).

Menurutnya, dengan beberapa kriteria yang dijadikan asesmen oleh LPEI, gubernur menilai Oemah Batik Candi memenuhi persyaratan yakni, produk milik sendiri bukan karya orang lain yang diperjualbelikan. Lalu memiliki keunikan, punya pasar ekspor, dan dilakukan banyak orang di satu desa yang didukung kelembagaan kelompok.

Dalam kesempatan itu, ia minta setiap batik yang diproduksi dilengkapi dengan cerita filosofi. Hal tersebut dimaksudkan agar memperkuat produk batik itu sendiri.

Ia juga menyarankan, agar sentra batik setempat melibatkan kaum difabel untuk ikut membatik, sehingga lebih banyak warga desa setempat yang diberdayakan sehingga meningkat kesejahteraannya.
Pemprov saat ini, sedang mencari untuk menemukan desa-desa di Jatim yang memiliki potensial untuk dijadikan desa devisa.
“Kami turun ke desa-desa yang memiliki potensi untuk melakukan asesmen sendiri. Nantinya, yang menentukan lolos menjadi desa devisa adalah LPEI,” kata dia.

Gubernur menyebutkan, LPEI memberikan kuota sebanyak 15 desa untuk dijadikan desa devisa pada 2022 ini. Namun, pihaknya berharap angka itu bisa dikembangkan lagi menjadi jatah 20 desa.
“Setelah desa usulan menjadi desa devisa, LPEI akan membantu desainernya, dibantu pembiayaannya, dan dibantu akses pasarnya. Jika sudah masuk katalog LPEI, saya harap bisa mempercepat pengembangannya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Madiun, Ahmad Dawami saat menyambut kunjungan Gubernur Khofifah menyampaikan ucapan terima kasih yang telah memilih Oemah Batik Candi di Desa Candimulyo untuk diusulkan menjadi desa devisa.

“Kehadiran ibu gubernur di sini, pastinya memberikan semangat baru untuk para perajin batik dan UMKM yang ada di Kabupaten Madiun,” kata Kaji Mbing, sapaan akrab Bupati Ahmad Dawami.

Kabupaten Madiun memiliki corak khas batik kampung pesilat dan porang yang menjadi ikon. Saat ini batik merupakan bagian pemberdayaan masyarakat yang sedang digalakkan oleh Pemkab Madiun. (Kominfo/Msa)

 270 Pembaca,  6 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X