Gugatan Pihak Suami Terhadap Pihak Isteri Berujung Ke Ranah Hukum

  • Bagikan

Buntok, Barito Selatan, Pelopor.Net – 
Hari sabtu tanggal 5 juni 2021 dirumah Anggota Dewan Adat Dayak (DAD) Desa Sarimbuah saat kedatangan pihak penggugat untuk ketiga kalinya atas dasar perampasan hak terhadap suami oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Melewati beberapa hari dan beberapa pertemuan yang difasilitasi oleh DAD Desa Sarimbuah, atas dasar surat perjanjian yang telah ditanda tangani oleh pihak tergugat dengan pihak penggugat.
Dalam pertemuan yang dianggap pertemuan terakhir tersebut mengingat pihak tergugat sebut saja Candra Kirana telah menyetujui atas Gugatan dan tuntutan dari penggugat sebut saja Dainuber, atas pelunasan tuntutan yang berjumlah Rp. 25.000.000; dikurangi uang tanda jadi Rp. 500.000; yang jumlah pelunasan Rp. 24.500.000; ternyata tidak dibayarkan oleh pihak tergugat Candra Kirana kepada Penggugat Dainuber dengan alasan, seperti yang disampaikan pihak ahli waris isteri bahwa pernikahan antara Dainuber dengan isteri yang dirampas oleh Candra Kirana melewati Catatan Sipil dan hal tersebut pihak isteri ingin perceraian tersebut melewati Pengadilan, ungkap Dana selaku isteri

Demikian juga penuturan pihak ahli waris tergugat didepan Dewan Adat Dayak dan pihak pemdes “Kami tidak meremehkan DAD desa ataupun pihak tokoh adat desa serta pemdes setempat atas dasar niat kami tuntut balik melewati Pengadilan atas dasar tuntutan penggugat tersebut, semua itu dikarenakan masih ada pihak atasan diluar Dewan Adat Dayak ataupun Pemdes setempat, ungkap pihak tergugat Candra Kirana.

Yang menjadi tanda tanya pihak DAD, Pemdes dan tanda tanya pihak penggugat atas dasar penuturan pihak tergugat yang menuntut balik dengan dalih surat catatan sipil tersebut.
Sementara sudah jelas pihak tergugat Candra Kirana yang merampas Hak penggugat Dainuber dengan mengambil isteri Penggugat dengan sengaja.

Atas dasar hal tersebut maka pihak penggugat meminta Surat Rekomendasi dari pihak Dewan Adat Dayak dan Rekomendasi dari pemdes setempat untuk bahan proses selanjutnya.

Mendengar tanggapan dan prediksi dari beberapa warga dan pihak terkait atas dasar perilaku dan cara dari pihak tergugat, bahwa hal tersebut hanya sekedar unsur mempersulit terlebih pihak tergugat Candra Kirana tidak menghargai Dewan Adat Dayak yang ada serta tidak memakai aturan yang diberlakukan didesa, sementara pihak penggugat sudah berusaha adil dan mengikuti jalur secara kekeluargaan.
Jika memang hal tersebut adalah unsur mempersulit diatas kasus yang dilakukan oleh pihak tergugat Candra Kirana merampas hak milik orang lain, jika tidak ada solusi dan jalan lain lagi dalam hal tersebut maka tidak menutup kemungkinan pihak penggugat menyerahkan kasus tersebut ke pihak yang berwajib.(edianto)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *