Janny Wijono Ajukan Gugatan Perbuatan Melawa  Hukum, Terhadap Djie Widya Mira Chandra

Pelopor.Net - 30 Maret 2022 - 09:33 WIB
Janny Wijono Ajukan Gugatan Perbuatan Melawa  Hukum, Terhadap Djie Widya Mira Chandra
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Surabaya – Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan Penggugat Janny Wijono, dengan Tergugat Djie Widya Mira Chandra, kembali digelar diruang sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dengan agenda mendengarkan keterangan Saksi yang dihadirkan oleh Andry Ermawan selaku penasehat hukum tergugat, adalah Halim Wijaya selaku menantu (almarhum) Cahya Limanto, yang tinggal satu rumah di Jalan Sidodadi Gang lX Surabaya, Selasa (29/3/2022).

Sebelum mendengarkan keterangan saksi dari tergugat, Penasehat Hukum Penggugat, Masbuhin, menyodorkan tambahan bukti surat tertulis yang diterima dari MA, intinya surat tersebut adalah sekedar pemberitahuan bahwa perkara dugaan memalsukan surat dokumen negara yang dilaporkan Tergugat di polda jatim adalah perkara Pre Judivial Review,”kata Masbuhin.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim, Saksi Halim Wijaya menerangkan hampir setiap hari Mengantar(almarhum) Cahya Limanto ke kantornya di Jalan.Coklat setelah itu ke Pabriknya di Jalan.Sukomanunggal Surabaya. Didalam keterangannya Saksi Halim Wijaya.

“Pernah mengantarkan (almarhum) Cahya Limanto ke kantor notaris yang terletak di jalan Embong Sawo Surabaya, untuk mengurus Surat Keterangan Waris (SKW), dan pada waktu itu ada Ahli Waris yang tidak hadir karena berada di luar negeri,”kata Halim.

Terkait, Penetapan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, nomor. 10 tahun 1992, Saksi Halim Wijaya pernah ditemui Notaris Wahyudi, untuk menyampaikan cara membuat Surat Keterangan Waris (SKW) yang Sah, harus dihadirkan Janny Wijono sebagai istri dari (almarhum)Cahya Limanto, yang tertulis di dalam Surat Penetapan yang dikeluarkan dari pengadilan.

Setelah Saksi Halim Wijaya mendengar penjelasan dari notaris Wahyudi merasa kurang puas, Saksi Halim berupaya mencari ke Notaris lainnya, tapi jawabannya tetap sama yang diungkapkan Notaris Wahyudi.

Masih keterangan Saksi Halim Wijaya, menerangkan, setelah mertuanya Cahya Limanto almarhum , aset-asetnya diketahui sudah terjual dan dibeli Janny Wijono yang awalnya istri Siri selanjutnya mempunyai surat penetapan nikah sah dari Pengadilan Negeri Surabaya). Maka setelah mengetahui aset almarhum sudah dikuasai Janny Wijono, maka para Ahli Waris melaporkan perkara ini ke Polda Jatim, terakit adanya dugaan pemalsuan akta Jual Beli dengan memberi keterangan tidak benar.

“Dugaan pemalsuan akta yang tidak benar yakni, jual beli ,” ucapnya.

Saksi Halim Wijaya juga menerangkan saat munculnya surat akta jual beli tersebut, tidak ada satupun Ahli Waris yang dihadirkan ke Notaris untuk  tandatangan. Saksi Halim Wijaya menerangkan mengetahui adanya Akta Nomor 64 setelah mertuanya meninggal, Saksi  bongkar-bongkar berkas yang ada di lemari ditemukan akta tersebut.

“Dalam akta nomor 64, berisi  Ikatan Jual Beli (IJB) dan ada transaksi pada tahun 2009 antara Janny Wijono (Penggugat) dengan almarhum mertuanya ,” beber saksi.

Saksi juga menerangkan 2 obyek yang sudah dikuasai Janny Wiyono itu awalnya adalah Pabrik Seng, dan sekarang sudah beralih menjadi pengisian gas Elpiji.milik Janny Wiyono.

Saksi Halim Wijaya didalam keterangannya juga membenarkan kalau  istrinya pernah mengajukan gugatan keperdataan dan untuk kelanjutannya gugatan tersebut yang masih ditingkat kasasi, saksi tidak mengetahui.

Setelah usai persidangan Andry Ermawan selaku Penasehat Hukum Tergugat , mengatakan, bahwa harta peninggalan (almarhum) Cahya Limanto ada transaksi jual-beli dengan Janny Wijono yang awalnya hanya kawin siri. Setelah itu menjadi istri sah berdasarkan adanya surat penetapan pengadilan yang isinya sudah menjadi istri yang sah, maka tidak diperbolehkan jual beli dalam perkara ini,
Sebagaimana dalam pasal 1467 KUHP perdata dijelaskan tidak boleh mengadakan jual beli.

Maka sangat jelas ada dugaan memalsukan Surat Keterangan Waris(SKW). sesuai  pasal 263 dan 266, karena harta peninggalan (almarhum) Cahya Limanto yang seharusnya jatuh ke 6 Ahli Waris, justru malah beralih ke Janny Wijono berdasarkan jual beli. Andry Ermawan menambahkan, dengan dikeluarkannya penetapan dari pengadilan yang tertulis Janny Wijono sebagai istri sah dari (almarhum) Cahya Limanto,

“Diduga ada rekayasa yang sengaja dibuat untuk memudahkan menguasai aset aset (almarhum) Cahya Limanto. Karena pada saat itu (almarhum) Cahya Limanto baru sembuh dan masih mengidap penyakit hilang ingatan dan tidak ada kemampuan hukum,”ucapnya.

Sementara, usai persidangan Penasehat Hukum Penggugat, Masbuhin, kepada awak media mengatakan, perkara yang disidangkan adalah Pre Judivial Review. Bahkan keterangan saksi Halim Wijaya dipersidangan menjelaskan.

“Bahwa asal usul tanah dan Akte Jual Beli (AJB) yang sah atau tidak sah itu bukan perkara pidana melainkan perkara perdata,”ucap

Saksi juga menyampaikan, tidak tau kalau istrinya pernah mengajukan gugatan dua kali dan kini masih Kasasi.

Masbuhin juga menjelaskan terkait jual beli atau beralih kepemilikannya ke Janny Wijono,”Bahwa tahun 2015, (almarhum) Cahya Limanto pada saat itu dalam kondisi sehat melakukan jual beli 2 obyek tanah tanpa ada paksaan kepada Janny Wijono dengan cara pembayaran tunai atau kontan. Sehingga Janny Wijono dinyatakan pembeli yang baik dan harus dilindungi oleh hukum,”kata Masbuhin.

(Nur).

 477 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X