Jika Ada Masyarakat Yang Nakal, Stakeholder Jangan Hanya Diam

Pelopor.Net - 13 April 2022 - 22:11 WIB
Jika Ada Masyarakat Yang Nakal, Stakeholder Jangan Hanya Diam
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Malaka – Puskesmas Tunabesi, kembali menggencarkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan jemput bola target vaksinasi di desa. Upaya itu diharapkan mempercepat capaian sasaran vaksinasi.

Dari pantauan media ini, para pegawai puskesmas Tunabesi berkunjung ke rumah-rumah, dari pagi hingga larut malam untuk melakukan kegiatan vaksinasi. Namun ada masyarakat yang masih takut, bahkan menolak untuk divaksin.

Terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan sistem jemput bola yang dilakukan oleh pegawai Puskesmas Tunabesi, seorang yang enggan menyebut namanya, kepada media ini mengatakan, upaya jemput bola dari desa ke desa oleh tim vaksinator dari Puskesmas tersebut dinilai sangat efektif. Masyarakat yang belum divaksin bisa langsung didatangi, tentunya dengan tetap menerapkan protokoll kesehatan yang ketat.

“Dengan vaksinasi keliling ini, kami merasa capaian vaksin bisa cepat mencapai target. Karena dengan datang ke desa, selain terjalin kerja sama dengan lintas sektor terkait, juga lebih mendekat ke masyarakat. Sehingga kalangan lansia dan kelompok rentan tidak datang ke Puskesmas, melainkan petugas yang mendatangi mereka,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, jika ada masyarakat yang nakal, sebaiknya stakeholder jangan hanya diam.Saya lihat ada kepala desa yang masih malas tau dengan rakyat yang menolak untuk divaksin. Kepala desa harus bekerja sama untuk memperlancar pelaksanaan vaksinasi, karena dengan intervensi dari para kepala desa, target dari pemerintah pusat akan tercapai dengan segera,”ungkapnya.

Saya berharap kesadaran masyarakat untuk vaksin, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan bisa terus meningkat, agar bisa segera tercapai herd immunity,” tambahnya

Dirinya juga meminta agar camat juga harus membantu memperlancar kegiatan vaksinasi ini, tidak harus terjun ke masyarakat, cukup memberi penegasan kepada para kepala desa untuk membantu para pegawai puskesmas menjemput masyarakat yang hingga saat ini masih menolak untuk divaksin.

Camat Io Kufeu ketika dikonfirmasi terkait hal ini melalui WatsUp, sudah membacanya namun tidak merespon pesan dari Wartawan

Pada kesempatan yang terpisah, Pejabat Desa Tunabesi, Sentianus Manek ketika dikonfirmasi media ini, Senti mengatakan, untuk mencapai target dari pemerintah, maka siapa yang menerima bantuan dari pemerintah harus wajib vaksin. Apa bila ada masyarakat yang menolak untuk divaksin, namanya tidak diakomodir untuk menerima bantuan seperti BLT, PKH, dan bantuan lainnya.

Namanya akan diakomodir kecuali orang itu sudah menerima vaksin, namun jika ada masyarakat yang masih tetap menolak untuk divaksin, kita pakai aturan Presiden untuk mencabut namanya agar tidak menerima bantuan jenis apa pun dari pemerintah, Tegasnya.

(Ridho Seran)

 852 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X