Kebebasan Berpendapat Adalah Hak Yang Dijamin UU, Namun Hal Itu Tidak Berlaku Bagi Anggota Polda NTT

Pelopor.Net - 29 Maret 2022 - 13:24 WIB
Kebebasan Berpendapat Adalah Hak Yang Dijamin UU, Namun Hal Itu Tidak Berlaku Bagi Anggota Polda NTT
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – NTT – Aliansi Peduli Kemanusiaan melakukan audiensi mengenai Kasus Pembunuhan Ibu (Astrid Manafe) dan Anak (Lael Maccabe) di Penkase, Oelea Kecamatan Alak, Kota Kupang dengan Gubernur NTT, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat SH, MSi bertempat di kantor Gubernur NTT pada senin,(28/03/22)

Aliansi Peduli Kemanusiaan dalam melakukan proses pengawalan kasus pembunuhan ibu dan anak di penkase oeleta telah melakukan Aksi Damai sebanyak X (Sepuluh) kali. Usaha ini dilakukan untuk mencari keadilan dalam proses penanganan kasus yang ditangani oleh POLDA NTT.

Perwakilan Aliansi Peduli Kemanusiaan peradilan (APK) dalam bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur ini bertujuan untuk menyampaikan hasil perjuangan aliansi pada tanggal 23 Maret 2022 pada saat melakukan aksi damai jilid X (Sepuluh) dimana APK mengalami bentrok dengan pihak kepolisian karena melarang aliansi untuk melakukan aksi pada jalur Bundaran Merpati dan merampas semua atribut aliansi.

Koordinator Aliansi Peduli Kemanusiaan Christo M.T Kolimo yang bertemu juga dengan Gubernur NTT menyampaikan bahwa Aliansi juga berusaha untuk bertemu dengan Presiden RI pada saat datangnya Presiden RI Ke NTT pada tanggal 23 Maret 2022.

“Kami sesalkan tindakan represif dari pihak kepolisian yang merampas secara paksa semua atribut, mendorong para aktivis perempuan, berlaku kasar dalam verbal dan tindakan yang merupakan sebuah pelanggaran. Kebebasan berpendapat adalah hak yang dijamin UU tapi ternyata hal itu tidak berlaku bagi kepolisian. Pada tanggal 24 Maret 2022 perwakilan kamiberhasil bertemu dengan Presiden RI, Joko WIdodo lewat Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) dan Barisan Relawan Nusantara (BARANUSA). Kami menyampaikan ini ke Pak Gubernur sebagai hasil dari perjuangan Aliansi” tutur Christo.

Christo juga menyampaikan terimakasih kepada Pak Gubernur yang sudah berkomunikasi dengan Presiden RI, KAPOLDA NTT, dan KEJATI NTT terkait dengan kasus Pembunuhan ibu dan Anak di Penkase Oeleta Kecamatan Alak, Kota Kupang

“Pak Gubernur menggaransi bahwa sudah mengkomunikasikan itu kepada Pak Presiden,dan juga sudah berkomunikasi ke KAPOLDA NTT, dan KEJATI NTT dan berharap ada penambahan tersangka dalam sidang nanti. Pak Gubernur juga berharap aliansi tetap mengawal proses ini dipengadilan dan keluarga bisa mendapatkan keadilan,” kata Christo.

Hadir juga dalam Audiensi Saul Manafe yang adalah Ayah dari Korban (Astrid Manafe) menyampaikan terimakasih kepada Pak Gubernur NTT yang telah memberikan perhatiaannya terhadap mencari keadilan bagi korban.

“Kami hanya minta keadilan ditegakkan karena tidak mungkin berharap hidup kembali dan kami mohon Pak Gubernur NTT sebagai orang tua untuk membantu mengkomunikasikan tentang itu “ katanya yang akrab dipanggil Opa Saul

Yaherlof Foeh yang juga sebagai perwakilan aliansi juga menyampaikan bahwa aliansi juga melakukan konsolidasi dan mulai mempersiapkan gugatan perdata Class Action untuk menggugat Presiden, Kapolri, Kapolda, semua penyidik dan oknum APH yang diduga terlibat dalam kasus ini termasuk Kapolda lama.

“kita akan melakukan gugatan dengan disertai bukti-bukti kejanggalan yang dimiliki selama ini, yang akan diajukan di Pengadilan Negeri dan kami sampaikan ini kepada Pak Gubernur terkait hal ini” kata Yaherlof yang adalah Aktifis Perempuan.

Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan GMKI, LMND, GARDA Triple X, Keluarga Korban serta Aktivis lainnya.

(Ridho Seran)

 1,002 Pembaca,  6 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X