Ketua PKK Kabupaten Malaka: Kita Harus Malu dan Merasa Berdosa Terhadap Generasi Yang Kita Lahirkan

Pelopor.Net - 13 Agustus 2022 - 17:24 WIB
Ketua PKK Kabupaten Malaka: Kita Harus Malu dan Merasa Berdosa Terhadap Generasi Yang Kita Lahirkan
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Malaka – Kunjungan Ibu Ketua PKK, Maria Martina Nahak untuk persoalan penanganan stunting di Desa Bani-Bani, Kecamatan Io Kufeu, Kab. Malaka hari ini Sabtu, (13/08/2022).

Acara tersebut diawali dengan penjemputan dengan tarian dan likurai serta pengalungan kepada Ibu Ketua PKK bersama rombongan. Setelah itu Para Rombongan dipersilakan ke tempat yang disediakan sambil diiringi dengan tarian.

Pada kesempatan tersebut, Camat Io Kufeu, Pah Aspri Manek, dalam sambutannya, menyampaikan Terima Kasih kepada Ibu Ketua PKK, yang meski dengan jarak yang begitu jauh dan jalan yang penuh gelombang, tetap berusaha untuk datang mengunjungi kami di Kec. Io kufeu.

Kemudian, kata Camat, untuk PAUD yang selama ini berjalan di Desa Bani-bani, masih menggunakan Rumah Posyandu. Sementara rumah PAUD di desa ini masih dalam proses pembangunan.

Lanjutnya, untuk stunting di Desa Bani-bani ini berjumlah 16 anak, dan ini akan saya kawal dalam mengatasinya agar nantinya bisa menjadi lebih baik lagi,” ungkap Camat yang terkenal ramah itu.

Pada kesempatan yang sama, Ibu Ketua PKK Kab. malaka dalam sambutannya menyampaikan, tujuan kami ke sini adalah untuk mengunjungi, memonitoring kegiatan Posyandu di Desa Bani-Bani dan PAUD Sta. Feot Family yang ada di desa ini,” ungkapnya.

“Saya juga mengucapkan Terima Kasih kepada Camat Io Kufeu, Pah Aspri Manek (red) serta semua hadirin dan khususnya bagi anak-anak yang sudah menari dengan baik, dan juga kain adat yang digunakan juga menarik, ini yang buat mata saya melirik kain tenunnya, ungkapnya.

“Ini adalah hasil karya kita yang harus kita hargai, dan harus kita promosikan. Bukan kita hanya pakai di Desa Bani-Bani, tapi kita harus tunjukan ke luar bahwa kita tidak hanya kaya akan alamnya saja tapi juga kaya akan adat dan budayanya.

Selanjutnya, saya mau sampaikan mengenai peranan Ibu-ibu dan Bapak-bapak dalam menangani kondisi kesehatan anak-anak kita yang memprihatinkan. Stunting ini adalah kondisi kesehatan anak-anak kita yang akan berujung pada terganggunya kecerdasannya, dan tinggi badannya yang tidak normal.

Karena itu, kenapa pemerintah dari pusat sampai pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Malaka menggenjot supaya penanganan stunting harus benar-benar dilakukan,”jelasnya.

Istri orang nomor satu di Kabupaten Malaka ini mengaku, bahwa sudah berkeliling dibeberapa kecamatan, dan ini (Kec. Io Kufeu, red) adalah kecamatan ke tujuh yang dikunjungi untuk melihat bagaimana kerja petugas kesehatan dan juga Kader yang ada di Posyandu.

“Memang ada banyak hal yang harus kita benahi, terutama keterbatasan yang kita miliki. Saya selalu bertanya kepada Kader dan Ibu-ibu yang mempunyai anak balita, kenapa anak kita gizi kurang, mengapa harus gizi buruk apa lagi sampai terjadi stunting,” tanya Ibu ketua PKK.

Lanjutnya, apa pun tumbuhan yang kita tanam di Daerah kita ini, pasti hidup dan memilik hasil, lalu kenapa kita harus kurang gizi, kenapa kita harus gizi buruk, ini yang harus kita tangani, sebab kita punya Sumber Daya Alam, potensi makanan dan minuman yang cukup, seharusnya kita tidak boleh mengalami stunting.

Kita perlu malu, dan merasa berdosa kepada generasi yang kita lahirkan. Kita sudah melahirkan, tetapi kita tidak urus agar dia mempunyai kualitas sumber daya yang bagus.

Ini bukan salah alam, salahnya Ibu, salahnya Ayah, tetapi kita semua harus bertanggung jawab atas kondisi ini.

“Bapak dan Ibu harus bertanggung jawab untuk mengurus anak, ini semua tergantung pola asuh. Kita punya cukup makanan, dan ternak untuk kita makan makanan yang bergizi.

“Yang harus diperhatikan juga adalah jam makan anak. Jam makan Pagi bagi anak adalah jam 6.00, jam makan Siang adalah jam 12.00 dan jam 18.00-19.00 anak sudah harus makan Sore. Dan satu porsi makan untuk anak adalah 15 senduk makan, dimakan sampai habis.

“Orang tua harus bertanggung jawab, karena anak otomatis akan hidup, tapi kualitas hidupnya tidak sebaik anak-anak yang normal, dan jangan kita pertahankan stunting yang terus menerus terjadi setiap tahun, karena ini adalah dosa kita bersama. Jadi, kita harus merasa memiliki dan bertanggung jawab untuk anak-anak kita yang sudah kita lahirkan.

Untuk diketahui, akibat gangguan gizi kronis yang tidak kita perhatikan akhirnya muncul kasus yang namanya stunting. Kalau sudah stunting, susah untuk kita atasi. Jika anak masih berusia kurang dari lima tahun masih bisa kita atasi, tapi kalau sudah di atas lima tahun akan sangat susah diatasi” jelas Istri orang nomor satu di Kab. Malaka ini.

“Saya meminta kepada Camat dan juga Ibu PKK di Desa untuk membantu petugas kesehatan agar serius dalam mengatasi dan mengedukasi tentang masalah stunting ini, dan juga kepada Kepala Puskesmas bersama jajaran serta Kader-kader Posyandu untuk menjalankan peran sesuai tupoksi masing-masing.

“Kepada Kepala Puskesmas dan jajaran, ketika anak ditimbang berat badan tidak naik, dan terus menurun, kalian harus ikuti, jangan hanya mencatat kemudian selesai, bagaimana orang tua tau kalau anaknya bermasalah. Di sinilah yang perlu kita perhatikan.

Pada Bulan timbang ini, kami terus keliling untuk perhatikan timbangan, karena data di Bulan Februari dan Agustus ini yang nantinya akan dilaporkan ke Pusat sebagai data untuk menyimpulkan status gizi daripada anak-anak kita, karena itu harus dijalankan dengan benar,” pungkasnya.

(Ridho Seran/S)

 764 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X