Kisah Pilu Nenek di Desa Wadang, Bojonegoro Tinggal di Rumah berlantai Tanah, Tak Pernah Tersentuh Bansos

Pelopor.Net - 6 Januari 2023 - 17:15 WIB
Kisah Pilu Nenek di Desa Wadang, Bojonegoro Tinggal di Rumah berlantai Tanah, Tak Pernah Tersentuh Bansos
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Bojonegoro – Pilu, kata ini seolah menggambarkan kondisi batin Parti, nenek 63 tahun, Warga dusun srawun desa Wadang kec. Ngasem Bojonegoro. Wanita tua ini hanya bisa bersedih saat melihat tetangganya mengambil beras dan uang bantuan selama pandemi. Padahal perempuan yang lahir pada 31 Desember 1959 itu adalah salah satu warga yang membutuhkan.

Meski tergolong warga miskin, janda yang ditinggal mati suami sejak beberapa tahun silam itu ternyata tak pernah mendapat bantuan pemerintah selama tinggal di wilayah tersebut. Mulai dari bansos sembako, BLT dan bantuan lainnya, tidak sekalipun ia terima.

Nenek Parti juga sempat beberapa kali mengajukan bantuan kepada pihak pemerintah setempat, namun entah kenapa tak pernah direspons serius.

Tanpa memiliki penghasilan Mbah Parti bertahan hidup hanya dari pemberian anak semata wayangnya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya, setiap hari menyediakan makanan untuk dikonsumsi dengan menu alakadarnya.

Sementara itu Kepala Desa Wadang Ibu Wiji Astuti Dr.s , Saat dikonfirmasi oleh awak media lewat WhatsApp tidak ada respon.
perangkat kepala dusun (Kamituwo) ziono, pun juga tidak merespon hanya sekedar membaca dan melihat video pengakuan warganya , yang memelas berharap dapat uluran tangan , pada saat di temukan awak media di lapangan.

Padahal di profile desa Wadang sendiri sudah ada foto Ibu Bupati Anna Muawanah sedang memberikan dan melakukan kegiatan cek BANSOS ,

Yang malah menjadi pertanyaan (?) oleh masyarakat,
mirisnya ” apakah foto dan kegiatan itu hanya semata untuk pencitraan seorang pejabat instansi saja ? ”

Awak media juga memberi info terhadap kepala Dinas sosial Dr.s Arwam M.si melalui WhatsApp membalas

“[6/1 09.36] Setelah kami cek DTKS ternyata memang belum masuk. Untuk mendapatkan bansos harus masuk DTKS. Yg punya kewenangan untuk memasukkan ke dalam DTKS adalah Desa melalui musdes. Terkait dg itu akan kami koordinasikan dg desa memalui camat dan petugas kami yg ada dilapangan.
[6/1 09.38] Kami juga akan cek validitas data kependudukannya.”

Hal ini perlu dijadikan evaluasi pihak pemdes Wadang, kecamatan Ngasem agar peduli terhadap keadaan warganya disaat yang lain mendapatkan bansos maupun bantuan lainnya namun ada satu warga nya yang layak mendapatkan prioritas bantuan malah terabaikan dan semua menutup mata.

Salah satu tetangga Nenek Parti berharap, pemerintah tidak hanya memberikan BANSOS lepas tangan dan memberi sesuka hatinya tanpa memilah juga memilih siapa yang pantas mendapatkannya , tuturnya

(Dwi)

 324 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X