Komunitas Tanpa Proposal Gelar Rutin Baca Al Qur’an Braille dan Disabilitas Umum lainnya

Pelopor.Net - 12 September 2022 - 11:12 WIB
Komunitas Tanpa Proposal Gelar Rutin Baca Al Qur’an Braille dan Disabilitas Umum lainnya
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – SURABAYA – Difabel adalah istilah yang lebih halus untuk menggambarkan sebuah kondisi seseorang yang mengalami disabilitas atau berkebutuhan khusus , yang mana kondisi tersebut sangat menyita waktu yang cukup banyak untuk para orang tua dan guru , dan sering mendapatkan pandangan sebelah mata oleh orang sekitarnya.

Namun dibalik semua itu kita harus menyadari , bahwa mereka juga mahluk ciptaan Tuhan yang harus kita hargai , lindungi , dan arahkan , agar tetap mendapat kehidupan yang baik , serta ikut menghantarkan mereka agar menjadi insan yang mampu mandiri.

Selain pendidikan formal , penggalian serta pembinaan bakat dan seni juga di butuhkan , serta yang tidak kalah pentingnya adalah pendidikan agama , yang kita sesuaikan dengan kemampuan penerimaannya.

Seperti yang di lakukan oleh yang satu ini, musisi peduli difabel , sebut saja Andy Elektrik , pendiri Istana Karya Difabel (IKD) , sebagai koreksi dan pembetulan pada penulisan berita sebelumnya , I K D berdiri sejak 2 juli 2020 , didampingi oleh bunda Yosi sebagai pengasuh komunitas tanpa proposal ini , yang selalu hadir untuk menyemangati dalam setiap kegiatan.

Kegiatan keagamaan yang sudah ada adalah , gelar rutin – ngaji braille – untuk tuna netra , dan difabel umum lainnya yang dilaksanakan setiap hari rabu pk.15.00 WIB sampai selesai ,tanpa di pungut biaya (gratis).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di CH kuliner Jl . Arif Rahman Hakim no.131 Sukolilo Surabaya , bersama Gus Ikro Ustad Adee , Ustad Dewa dan Ustad Brian sebagai pemandunya.

Sejak 2 Juli 2020 sampai saat ini , seluruh pembiayaan untuk semua kegiatan I K D , masih bersumber dari hasil penjualan wedang uwuh IKD dan bakso royal IKD , yang ada di dalam CH kuliner .

Adapun misi dari kegiatan tersebut menurut bunda Yosi , selain menambahkan kemampuan dalam bidang membaca Al Qur’an , agar difabel tidak dipandang remeh , serta menjadikan mereka agar lebih berarti dan mandiri dengan segala keterbatasan yang dimiliki , tutur nya.

( AgwaN/N)

 767 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X