Kondisi Pasar Higienis Memprihatinkan, Kurangnya Perhatian Dinas Perdagangan

  • Bagikan

Lumajang, PELOPOR.NET – Pasar Ikan Higienis (PIH) seperti pelengkap bangunan saja di sekitar rusun yang berdiri tegap, pasalnya Pasar Ikan Higienis yang memiliki aset senilai Rp 8 Milyar terbengkalai tanpa ada perhatian dari Dinas Perdagangan Lumajang. Tidak satupun tempat los-losnya ditempati pedagang ikan yang nampak dari luar hanya bangunan tidak berguna, padahal pasar ikan tersebut dibangun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Tempat Los yang diperuntukkan untuk pedagang ikan berjumlah 105 petak sangat tidak terurus serta dijadikan parkir sepeda motor roda 2 dan tidak menutup kemungkinan kalau malam hari ditempati para tuna wisma sekedar untuk bermalam. Dinas Perdagangan sendiri hanya menaikkan PAD Target Pasar setiap tahun tanpa melihat kondisi pasar tersebut.

Setiap tahun PAD dari Retribusi Pasar selalu meningkat seperti tahun sekarang PAD Retribusi yang diberikan untuk Pasar Ikan Higienis sangat tidak mungkin karena dengan Nilai Target Rp 76jt sekian dengan melihat kondisi pasar yang sepi apalagi dikondisi pandemi Covid seperti ini serta prasarana yang ada tidak maksimal karena kurang mendapat perhatian dari Dinas Perdagangan.

Salah satu pedagang yang tidak mau disebut namanya saat dikonfirmasi Media Pelopor.net menjelaskan bahwa sebelum pandemi saja sepi untuk para pembeli dan pedagang juga banyak yang memutuskan untuk cari pekerjaan lain. “iyo sepi mas mulai durung corona iko malah saiki tambah ono corona sing dodol podo leren” tutur pedagang dengan bahasa jawa. Kalau diartikan “Iya sepi mas sebelum ada corona dan sekarang malah ada corona yang jual ikut berhenti”.

Samsul Mu’arif sebagai Koordinator Pasar Ikan Higienis saat dikonfirmasi ditempat kerja Senin, 7 Juni 2021 mengiyakan bahwa pedagang di Pasar Ikan Higienis sudah banyak yang tutup dan ditanya tentang PAD Retribusi juga membenarkan bahwa PAD yang dibebankan tiap tahun selalu mengalami kenaikan. “Iya para pedagang disini tepatnya dipasar higienis ini semakin berkurang karena pembelinya tidak ada mas dan untuk PAD Retribusi tiap tahun memang naik tapi tidak tercapai untuk pasar ikan ini”, tutur samsul.

Pasar Ikan Higienis yang seharusnya tempat penjual berbagai macam ikan tetapi saat kita kroscek ditempat berbanding terbalik disana banyak jual Handphone bekas, Helm Bekas dan masih banyak yang dijual yang tidak sesuai dengan keperuntukan Pasar Ikan Higienis. (Azs/Lana)

 6 Pembaca,  3 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *