Konflik Lahan PT. KSS Dilaporkan Ke ATR/BPN Kalteng

Pelopor.Net - 24 Maret 2022 - 15:09 WIB
Konflik Lahan PT. KSS Dilaporkan Ke ATR/BPN Kalteng
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – KALTENG – Warga Kelurahan Mandumai Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas kembali melaporkan PT Kapuas Sawit Sejahtera (KSS) ke Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kalimantan Tengah (Kanwil ATR/BPN Kalteng). Laporan ini merupakan tindak lanjut laporan yang disampaikan warga kepada Kanwil ATR/BPN Kalteng beberapa tahun yang lalu.

Di Kanwil ATR/BPN Kalteng, warga Kecamatan Kapuas Barat secara langsung diterima Kepala Kanwil ATR/BPN Kalteng. Perwakilan warga Kapuas Barat yang terdiri atas Kuasa warga Kecamatan Kapuas Barat bersama dengan tokoh masyarakat Kecamatan Kapuas Barat, dan beberapa warga diberikan kesempatan untuk berdialog menyampaikan apa yang menjadi permasalahan dengan PT KSS ini.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kecamatan Kapuas Barat Kalpendi yang mewakili lima Desa menjelaskan, beberapa kali sudah melayangkan surat ke pemerintah daerah, sampai akhirnya ke Kementerian Hukum dan HAM untuk menindaklanjuti permasalahan antara PT KSS dan warga Kecamatan Kapuas Barat.

Selama ini pihak manajemen dari PT KSS tidak pernah memberikan respons positif, dan mempersilahkan untuk menempuh jalur hukum.

Kalpendi mengatakan, “Kita bersama dengan warga dari Kecamatan Kapuas Barat yang haknya diambil oleh PT KSS mencari jalan, terbaik termasuk melapor ke Kecamatan, ke Polsek, ke Polres, sampai ke Kementerian Hukum dan HAM. Setiap perusahaan yang ingin menanam kelapa sawit, wajib memiliki HGU.

Sementara PT KSS tidak memiliki HGU, tapi tetap melakukan pembukaan lahan sampai melakukan penanaman, “ungkapnya.

Ia menambahkan, lahan masyarakat ini digarap oleh PT. KSS mulai Tahun 2015 semuanya ada bukti surat tanahnya, yaitu sekitar 600 hektare yang ber sertifikat dan sisanya SKT dan segel. Jadi atas dasar ini lah kami mempersoalkannya. Oleh karena itu kami yang datang ini merasa tidak menjual kepada PT. KSS maka kami akan menuntutnya.

Kepala Kanwil ATR/BPN Kalteng Elijas B Tjahajadi menegaskan, segera mengirimkan surat ke BPN Kabupaten Kapuas untuk dilakukan rapat panitia B. Rapat inilah yang akan diketahui semuanya, siapa pemilik lahan yang sebenarnya.

Demikian pula lahan yang digarap PT KSS sendiri, dapat diketahui dari mana memperoleh lahan tersebut, termasuk siapa yang menjual akan dapat diketahui dengan baik.

(Rayati)

 1,416 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X