Kuli Bangunan Ini Bobol 8 Kos-Kosan, Aksinya Berakhir di Ketintang Surabaya

Pelopor.Net - 28 Maret 2022 - 13:06 WIB
Kuli Bangunan Ini Bobol 8 Kos-Kosan, Aksinya Berakhir di Ketintang Surabaya
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – SURABAYA – Pernah mendekam di sebuah lapas Kota Palembang, satu tahun lalu, ternyata tak membuat Widodo (41) kapok menjalankan aksi kejahatan pembobolan rumah.

Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu, akhirnya dibekuk anggota kepolisian untuk kedua kalinya. Widodo berhasil dibekuk Tim Antibandit Polsek Gayungan Polrestabes Surabaya, setelah membobol di dalam sebuah kosan, yang dihuni korban berinisial MQ, berlokasi Jalan Ketintang Timur PTT V, Selasa (1/2/2022).

Seraya menundukkan kepala, Widodo mengaku menyasar bangunan kosan yang tanpa pengawasan karena penghuninya lengah, ataupun kosan yang sedang ditinggal pergi penghuninya. Tidak ada harta benda spesifik yang menjadi incarannya, seusai berhasil membobol sebuah kosan. Selama benda-benda tersebut dapat diuangkan secara cepat, Widodo tak segan menggondolnya.

Mulai dari benda-benda yang lazim di dalam dapur, seperti tabung gas elpiji berukuran 3 kg, kemudian, gadget yang tergeletak seperti ponsel, dan laptop. Bahkan kipas angin duduk berukuran kecil yang harganya tak lebih dari seratus ribu rupiah, juga turut digasak Widodo.

“Saya jual kesana kemari. Kadang di Gembong, dan tempat lain, pokoknya enggak satu tempat. Kalau laptop saya jual Rp400 ribu, elpiji Rp100 ribu, ponsel Rp400 ribu,” ujarnya, Minggu (27/3/2022).

Selama tinggal tak tetap di sebuah kosan Waru Sidoarjo, Widodo mengaku sudah berhasil membobol delapan kosan.

Modusnya, berpura-pura mencari kosan sehingga dirinya dapat leluasa hilir mudik ke semua area kosan yang menjadi sasarannya. Di singgung, dugaan penggunaan alat bantu jimat pemungkas untuk melancarkan aksinya, Widodo secara tegas, tidak pernah memiliki benda jimat dalam bentuk apapun

“Saya enggak pakai jimat. Saya masuk kosan, pura-pura cari kosan,” bantah Widodo dengan nada suara meninggi.

Sementara itu, Kapolsek Gayungan Polrestabes Surabaya Kompol Suhartono mengungkapkan, tersangka pernah menjalani hukuman di Palembang, atas kasus kriminalitas serupa. Setelah berkeluarga dan hidup berpindah-pindah di Jatim, tersangka masih belum jera dengan hukuman yang pernah dialaminya.

“Dia residivis, keluar 1 tahun lalu. Dia beraksi sendiri. Dia spesialis kos-kosan. Jadi dia cari rumah yang terbuka dan pengawasan lengah,” pungkas Suhartono.

(Feli)

 303 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X