Lakukan Provokasi Kepada Aparat Di Medsos, Pemuda Bangkalan Diringkus Subdit Cyber Ditkrimsus Polda Jatim

  • Bagikan

Surabaya, Pelopor.net – Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan Pria asal Bangkalan Madura atas aksi provokasi nya melalui media sosial facebook. Pria yang bernama Umar Fauzi Aschal tersebut diamankan tim Cyber Polda Jatim dibantu Satreskrim Polres Bangkalan pada hari selasa, tanggal 22 Juni 2021, pukul 16.00 WIB.

Dalam pers rilis yang digelar pada Kamis 24 Juni 2021 di gedung Bidhumas Polda Jatim, Kabid humas Kombespol Gatot Reply Handoko yang didampingi Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy , Kasubdit Cyber AKBP Wildan Albert dan Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo mengatakan bahwa pelaku melakukan provokasi dengan menyebarkan upaya pemerintah dalam melakukan penyekatan di area Suramadu. Pelaku yang sehari harinya bekerja di ekspedisi daerah kenjeran tersebut mempunyai motif hanya sekedar ikut ikutan.

menurut wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy, bahwa jajaran tim patroli cyber menemukan akun facebook “umar fauzih aschal” telah menulis status provokatif untuk menyerang aparat yang melakukan penyekatan di Suramadu dan dibagikan di Grop Kabar Bangkalan yang isinya provokasi dengan menggunakan sebagian bahasa Madura.

Pelaku berharap bahwa yang membaca postingan nya untuk ikut serta melakukan aksi penyerangan kepada aparat. Kepada petugas pelaku mengaku melakukan nya dengan sadar. Aparat menyita barang bukti berupa satu unit Hp merk Realme type RMX 2189, warna merah.

Kabid humas Kombespol Gatot Reply Handoko juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membagikan konten serta postingan yang bersifat provokasi. Dia mrnambahkan bahwa Jajaran Polda Jatim tetap akan melakukan patroli cyber untuk menindak pelaku hatespeech.

Seperti diketahui, ancaman pelaku provokasi dan ujaran kebencian dapat dijatuhi Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU ITE No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE “setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan Rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdsarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) .

Serta terancam juga Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi tingginya sepuluh tahun dan/atau barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun dan/atau arang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggitingginya dua tahun.

Selain itu juga terdapat Ancaman hukuman Pasal 45 A ayat (2) UU ITE No 19 Tahun 20186 pidana penjara paling lama 6 (enam) Tahun dan/atau Pasal 14 UU No 1 Tahun 1946 pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) Tahun.(Adi)

 6 Pembaca,  3 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *