Layanan Kesehatan Gratis dengan KTP di Surabaya Belum Terealisasi

Pelopor.Net - 5 April 2022 - 16:47 WIB
Layanan Kesehatan Gratis dengan KTP di Surabaya Belum Terealisasi
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – SURABAYA – Program layanan kesehatan gratis dengan hanya menunjukkan kartu tanda penduduk yang dikenal dengan program Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Semesta di Kota Surabaya, Jatim, belum terealisasi sepenuhnya.

”Saat ini masih banyak warga mengeluh soal layanan kesehatan gratis yang katanya cukup membawa KTP,” kata anggota Komisi B DPRD Surabaya Zuhrotul Mar’ah seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Selasa (5/4/2022).

Menurut dia, keluhan warga tersebut diketahui saat dia mendapat telepon dari salah satu keluarga korban tawuran remaja di kawasan Tambak Asri Surabaya saat menjelang sahur pada Minggu (3/4). Keluarga korban, meminta bantuan karena tidak mampu membayar biaya pengobatan atau tagihan di RSUD Soewandhie Surabaya senilai Rp 15 juta karena BPJS-nya tidak bisa mengkover untuk kasus kecelakaan, penganiayaan, penjambretan, dan kasus kriminal lainnya.

Menurut dia, orang tua korban yang berpenghasilan rendah itu meminjam uang dari tetangga sekitar Rp 4 juta untuk membayar tagihan rumah sakit. Sedangkan yang belum terbayar sekitar Rp 10 juta lebih.

”Seharusnya sudah keluar dari rumah sakit, cuma harus membayar yang kurang tadi sekitar Rp 10 juta. Tapi, karena bantuan teman-teman TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) akhirnya pihak rumah sakit membolehkan pulang, namun harus ada penjaminnya. Saya yang jadi penjaminnya,” ujar Zuhro yang juga berprofesi dokter itu.

Legislator PAN itu mengatakan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sudah menjanjikan kesehatan warga tertangani melalui Jaminan Kesehatan Semesta (JKS) atau UHC. Idealnya biaya kesehatan tidak hanya yang terkover di BPJS saja.

Zuhro menambahkan, pelayanan kesehatan harusnya universal untuk semua. ”Nanti kalau saya ditagih pihak rumah sakit, saya kembalikan dengan apa yang dijanjikan wali kota,” ucap Zuhrotul Mar’ah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Febrina Kusumawati sebelumnya menyebut, sebanyak 2.878.512 jiwa atau 96,89 persen warga Kota Surabaya telah terlayani program JKS atau UHC yang diluncurkan pada April 2021.

”Melalui program JKS ini, warga Surabaya yang ingin berobat cukup menunjukkan KTP,” terang Febri.

Menurut dia, implementasi dari program JKS atau UHC di Kota Pahlawan hingga saat ini sudah luar biasa. Warga berobat di layanan yang berjenjang, kalau cukup di Puskesmas ya Puskesmas, kalau butuh dirujuk ya dirujuk ke rumah.

(Jack)

 330 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X