Lima SD Negeri di kota mojokerto yang akan dimerger tahun ini

  • Bagikan

Mojokerto, Pelopor.net – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto akan melakukan penggabungan atau merger terhadap lima sekolah dasar Negeri (SDN) di wilayahnya. Pengabungan ini, selain bertujuan untuk efektifitas pengelolaan sekolah, hal ini bertujuan untuk efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto,
Amin Wachid mengatakan mulai tahun ini pihaknya sudah menghentikan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di lima sekolah dasar negeri. Sebagai wujud serius menuju proses merger tersebut.

“Ada lima SD yang kita merger tahun ini. Antara lain SDN Kauman, SDN Purwotengah, SDN Mentikan, kompleks SDN Balongsari Jalan Empunala serta kompleks SDN Balongsari Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto,” jelasnya Sabtu (29/5/2021)

Amin mengungkapkan, penggabungan 5 SD tersebut bukannya tanpa alasan.

“Selama ini keberadaannya dinilai kurang efektif karena tidak memiliki peserta didik yang memadai serta berada dalam satu kompleks halaman sekolah” tambah Amin

Menurutnya, kalaupun keberadaan SD tersebut tetap dipertahankan, maka hasilnya pun tak akan begitu efektif. Bahkan dikhawatirkan tak akan mampu memenuhi standart yang ditetapkan dalam Permendiknas.

“Bayangkan saja, ada SD yang jumlah siswanya cuma 12 anak saja. Padahal sesuai ketentuan, jumlah minimum peserta didik dalam satu kelas paling sedikit 20 siswa dan paling banyak 30 siswa,” terangnya.

Merger ini, lanjut Amin, juga akan berdampak pada efektivitas pengelolaan sekolah dan penghematan anggaran. Sebab, anggaran untuk tunjangan kepala sekolah otomatis akan berkurang seiring berkurangnya jumlah SDN tersebut.

“Ini penghematan yang sangat luar biasa, karena tunjangan Kepsek sesuai Dapodik jumlahnya luar biasa,” ujarnya.

Amin menambahkan, merger ini tak hanya dilakukan tahun ini saja. Sebab tahun depan juga ada lima SDN lagi yang akan di gabungkan. Diantaranya, SDN Meri, SDN Blooto, SDN Gedongan, SDN Pulorejo dan SDN Wates.

“Total jumlah SDN kita saat ini adalah 52 SDN, jika di merger 5 SD tahun ini jumlahnya akan berkurang menjadi 47. Dan jika dikurangi lagi 5 SDN tahun depan, maka jumlahnya menjadi kian ideal yakni 42 SDN saja,” jelasnya.

Ia menegaskan jika angka ideal itu terpenuhi, maka dipastikan tidak ada lagi SDN di Kota Mojokerto yang mengalami kekurangan siswa. Itu dihitung berdasar jumlah lulusan siswa Taman Kanak-Kanak serta angka kelahiran bayi di Kota Mojokerto.

“Sejak dua tahun lalu kita sudah meminta Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai syarat untuk mendaftar PPDB SD. Dan KIA ini sudah diberikan sejak anak itu lahir, sehingga kita bisa mengetahui jumlah angka kelahiran pertahun dan memprediksi angka anak usia sekolah,” jelasnya.

Tak hanya merger, Amin juga akan melakukan rotasi sejumlah Kepala Sekolah yang terimbas merger pada bulan Juli ini. Itu dilakukan agar tidak ada yang di rugikan dalam proses penggabungan sekolah ini.

“Tahun ini kan ada 5 jabatan kepsek yang kosong, yakni empat pensiun dan satu meninggal dunia. Kekosongan Itu akan kita isi dengan Kepsek yang sekolahnya di merger itu,” pungkasnya. (Hardi)

 174 Pembaca,  3 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *