Majelis Hakim Mempersoalkan BB Pil Ekstasi dan Perintahkan JPU Hadirkan Kapolrestabes Atau Kasat Narkoba

Pelopor.Net - 23 Februari 2022 - 08:02 WIB
Majelis Hakim Mempersoalkan BB Pil Ekstasi dan Perintahkan JPU Hadirkan Kapolrestabes Atau Kasat Narkoba
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Surabaya – Sidang perkara peredaran gelap Narkotika kembali di gelar di pengadilan negeri (PN) surabaya dengan terdakwa Pipit Safitri alias Chelsy memantik dengan agenda pemeriksaan terdakwa menyoal Barang Bukti (BB) 5 butir pil ekstasi yang habis saat dilakukan uji Laboratorium.

Dalam Keterangan terdakwa Pipit Safitri saat ditangkap pihak berwajib di hotel Olimpic di Jalan. Urip Sumoharjo Surabaya, Pada room 209 ditemukan BB 5 butir pil ekstasi di dalam dompet.

” Saat lagi habis nyabu dengan beberapa teman rencana akan dipakai bersama namun, BB 5 butir dijual ke orang lain”, ungkapnya.

Saat ketua majelis hakim minta untuk jaksa penuntut umum (JPU) memperlihatkan bukti tangkapan itu.

” Barang bukti sudah habis yang mulia saat dikirim ke lab “, kata JPU.

Ketua majelis hakim seketika itu marah dan minta dijelaskan tentang BB 5 butir yang habis saat di kirim ke lab?

” Iya pak ada 5 butir diantaranya, 1 rusak, 2 dikirim ke lab dan sisanya habis”, jelas JPU.

Mendengar penjelasan jaksa penuntut umum (JPU), Ketua majelis hakim meminta pada jaksa penuntut umum untuk dihadirkan Kapolrestabes Surabaya atau Kasat Narkoba untuk menjelaskan Barang Bukti yang habis saat dikirim ke lab tersebut.

Atas perintah ketua majelis hakim, jaksa penuntut umum (JPU)Mosleh Rahman dari kejaksaan negeri surabaya, Mengatakan,akan memanggil penyidik untuk dilakukan Verbal lisan,

” Untuk itu kami minta waktu satu minggu untuk agenda Verbal lisan “, ungkap JPU.

Usai persidangan, penasehat hukum terdakwa, Victor Sinaga saat ditemui mengatakan, bahwa kami keberatan dengan 4 orang yang ditangkap bersama-sama memakai sabu dengan terdakwa tanpa dilakukan proses hukum cuma direhabilitasi.Bahka sangat aneh sekali 5 butir BB habis untuk Lab “, bebernya.

Didalam surat dakwaan jaksa penuntu umum (JPU), Bahwa pada hari Kamis 16 September 2021 terdakwa dengan menghubungi  Edi (DPO) dengan maksud untuk membeli narkotika jenis Ekstasi sebanyak 15 butir dengan harga 1 butir sebesar 400 Ribu, Setelah terjadi kesepakatan harga kemudian Edi menyanggupinya dan menyuruh terdakwa untuk mentransfer uang dengan jumlah total keseluruhan sebesar 6 Juta.

Selanjutnya, narkotika jenis pil Ekstasi sebanyak 15  butir oleh Edi di ranjau di Jalan. Kenjeran Surabaya, di depan RS. Adi Jaya tepatnya dibawah portal lalu diambil oleh terdakwa dan diserahkan kepada Elsa (DPO) sebanyak 10  butir pil Ekstasi.

Sedangkan, Sisanya 5 butir pil Ekstasi oleh, Terdakwa disimpan didalam dompetnya.

Pada hari kamis tanggal 16 September 2021 Nanang Rudianto SH, Saksi Muhammad Syafi al Umam anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya, Mendapat informasi dari masyarakat di Hotel Olimpic kamar nomor 209 Jalan. Urip Sumoharjo Surabaya, Sering dijadikan tempat peredaran gelap narkotika.

Mendapati informasi tersebut, Kemudian Nanang Rudianto SH dan Muhammad Syafi al Umam menindak lanjuti dan memastikan dengan melakukan penyelidikan disekitar Hotel Olimpic kamar nomor 209 sesuai target operasi selanjutnya, sekira pukul 22.00 WIB, Nanang Rudianto SH dan Muhammad Syafi al Umam langsung masuk ke kamar 209 Olimpic di Jalan.Urip Sumoharjo Surabaya, Kemudian dilakukan penangkapan terhadap terdakwa Pipit Safitrih Als Chelsy Binti Abdul Mukti (alm) bersama dengan saksi Ervi Yanuas Syahputri, saksi Nadia Urasana, Saksi Yuli Astika Ari dan saksi Andri setelah mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

Dalam penggeledahan terhadap Pipit Safitrih Als Chelsy Binti Abdul Mukti (alm) ditemukan didalam dompetnya berupa 4  butir pil Ekstasi warna hijau dengan berat ± 1,40  gram beserta bungkusnya, 1 butir pil Ekstasi warna colat dengan berat 0,30 gram, Sebuah dompet dan 1 (satu) buah HP.

Pipit Safitrih Als Chelsy Binti Abdul Mukti (alm) beserta BB di bawa ke Polrestabes surabaya guna proses lebih lanjut.

Bahwa perbuatan terdakwa Pipit Safitrih Als Chelsy Binti Abdul Mukti (alm) secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual , Membeli, Menerima, menjadi perantara dalam jual beli atau menyerahkan Narkotika Golongan I jenis Ekstasi tidak memiliki ijin dari instansi yang berwenang. Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Nomor Lab : 08230./ NNF / 2021 tanggal 13 Oktober 2021 yang ditanda tangani IMAM MUKTI S ,Si.Apt, M.Si., TITIN ERNAWATI S. Farm, Apt, dan FILANTARI CAHYA NI, A.Md, dengan kesimpulan bahwa BB dengan nomor : 16414/2021/NNF berupa 2 (dua) butir tablet warna kuning dan 1 (satu) butir tablet dalam keadaan pecah dengan berat netto ± 0,916 ( nol koma sembilan enam belas) gram adalah benar mengandung MDMA (3,4 Metilendo oksimetamfetamina), terdaftar dalam golongan I (satu) nomor urut 61 lampiran I Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas perbuatannya JPU mendakwa dengan  Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Th. 2009 tentang Narkotika.

(Nur)

 294 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X