Melakukan Program Kuliah Kerja Praktek di Rutan Kelas 1 Surabaya, Mahasiswa FH Untag Surabaya Belajar Tentang Pelayanan Bagi Para Tahanan dan Narapidana

Pelopor.Net - 19 Oktober 2022 - 21:48 WIB
Melakukan Program Kuliah Kerja Praktek di Rutan Kelas 1 Surabaya, Mahasiswa FH Untag Surabaya Belajar Tentang Pelayanan Bagi Para Tahanan dan Narapidana
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

PELOPOR.net – Surabaya – Surabaya, 19 Oktober 2022. Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 145 Surabaya memiliki program yang bernama Kuliah Kerja Praktek atau yang dapat disebut “KKP” bagi mahasiswa.

Program KKP ini bertujuan dalam rangka untuk peningkatan kemampuan mahasiswa dalam
kegiatan magang dan memiliki manfaat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan di luar bangku
perkuliahan serta pengenalan terhadap dunia kerja bagi para mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya.

Para mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya yang melaksanakan program KKP ini tersebar di berbagai instansi, kantor advokat, notaris, perusahaan, dll. Salah satunya adalah saya, yang memiliki kesempatan melakukan program KKP di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Surabaya atau yang dapat dikenal Rutan Kelas 1 Surabaya dengan kurun waktu 40 hari kerja. Senada dengan tujuan adanya program KKP yang dibuat oleh Fakultas Hukum Untag Surabaya, Bapak Wahyu Hendrajati selaku Kepala Rutan Kelas 1 Surabaya berpesan kepada mahasiswa KKP yang ada di Rutan Kelas 1 Surabaya untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dalam proses kegiatan KKP ini.

Selaku mahasiswa KKP di Rutan Kelas 1 Surabaya, saya ditempatkan di bagian Seksi Pelayanan tahanan.

Dapat diketahui Seksi Pelayanan Tahanan memiliki 3 Sub Seksi dibawahnya, diantaranya
yaitu Sub Seksi Bantuan Hukum dan penyuluhan, Sub Seksi Administrasi dan Perawatan, dan Sub
Seksi Bimbingan Kegiatan. Fungsi Utama dari Seksi Pelayanan Tahanan dan 3 Sub seksi yang lainnya adalah melakukan administrasi, memberikan perawatan pemeliharaan Kesehatan tahanan, mempersiapkan pemberian bantuan hukum dan penyuluhan bagi tahanan, serta bimbingan kegiatan bagi tahanan.

Sebagian besar kegiatan sehari-hari mahasiswa KKP dilakukan di bagian Sub Seksi Bantuan
Hukum dan Penyuluhan atau yang dapat dikenal dengan Bankumluh.

Sub seksi ini bertugas untuk mempersiapkan pemberian bantuan hukum atau kesempatan untuk mendapat bantuan hukum dari
penasehat hukum. Mahasiswa KKP diberikan pengetahuan dan tugas pada Sub seksi Bankumluh ini.

Diantaranya adalah mahasiswa KKP diberikan kesempatan melakukan kegiatan pelayanan
bersama petugas dari Balai Pemsyarakatan untuk melakukan wawancara terhadap narapidana yang sedang mengajukan proses cuti bersyarat, diberikan kesempatan melakukan kegiatan pelayanan bersama petugas Kejaksaan Negeri Surabaya untuk mempersiapkan tahanan yang akan melakukan sidang online.

Dan mahasiswa KKP diberikan tugas sebagai penghubung antara Penasehat Hukum
dengan kliennya yang ada di dalam Rutan Kelas 1 Surabaya.

Selain itu masih banyak lagi berbagai
pelayanan bagi para tahanan dan narapidana yang ada di lingkungan Rutan Kelas 1 Surabaya,
Dalam artikel ini saya akan membagikan sedikit ilmu yang telah saya dapat agar pembaca juga
dapat memahami dan mengetahui seluruh proses berbagai pelayanan tahanan yang ada di Rutan Kelas 1 Surabaya diantaranya pelayanan kunjungan video call, tatap muka, serta layanan
kunjungan penitipan barang dan makanan.

Pelayanan pertama yang dapat saya jelaskan adalah pelayanan kunjungan video call, pelayanan ini dilaksanakan setiap hari Senin sampai Sabtu pada pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Pelayanan kunjungan video call ini dapat dipergunakan bagi seluruh para warga binaan pemsyarakatan atau yang dapat disingkat WBP Rutan Kelas 1 Surabaya yang terkendala keluarganya berada jauh dari Rutan Kelas 1 Surabaya sehingga tidak dapat melakukan kunjungan tatap muka secara langsung
ataupun terkendala syarat lain yaitu salah satunya masih belum melakukan vaksin booster. Untuk menunjang kegiatan kunjungan video call, telah disiapkan handphone sebanyak 12 biji.

Para WBP diberikan fasilitas video call dengan durasi waktu 10 menit, dalam satu hari para WBP dapat melakukan kegiatan video call maksimal 3 kali.

Alur prosedur layanan kunjungan video call dimulai dengan WBP melakukan pendaftaran dengan mengambil nomer antrian, setelah mendapat nomer antrian WBP menunggu hingga nomer antrian dipanggil, setelah dipanggil WBP melakukan video call.

Syarat bagi WBP yang ingin melakukan kunjungan video call adalah wajib memakai baju WBP Rutan Kelas 1 Surabaya. Saya selaku mahasiswa KKP sempat melakukan wawancara singkat bersama mas Feri Agung salah satu WBP yang memanfaatkan fasilitas pelayanank unjungan video call ini.

“Dengan adanya pelayanan kunjungan video call ini, para WBP merasa sangat terbantu untuk mengobati rasa rindu dengan keluarga di rumah.

”Pelayanan kedua yang ada di Rutan Kelas 1 Surabaya adalah pelayanan kunjungan tatap muka, pelayanan kunjungan tatap muka adalah kegiatan yang mempertemukan secara langsung keluarga dengan WBP Rutan Kelas 1 Surabaya, pelayanan kunjungan tatap muka dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis pada pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. dalam pelayanan kunjungan tatap muka ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh keluarga WBP.

Keluarga yang diperbolehkanbertemu wajib memiliki aplikasi yang Bernama “Rusabaya” yang dapat di download secara gratis di playstore, apabila telah mendownload aplikasi tersebut, pihak keluarga yang ingin bertemu wajib melakukan registrasi melalui aplikasi tersebut.

Dokumen yang harus dibawa untuk dapat memanfaatkan pelayanan kunjungan tatap muka adalah wajib membawa fotokopi KTP, fotokopi bukti telah vaksin booster, dan fotokopi KK. Perlu diketahui, pihak keluarga yang dapat masuk
untuk bertemu dengan WBP maksimal hanya satu orang dan masih dalam satu KK yang sama
dengan pihak WBP.

Pelayanan ketiga adalah pelayanan kunjungan penitipan barang dan makanan, pelayanan
kunjungan barang dan makanan ini dibuka setiap hari Senin, Rabu, dan Jum’at yang dimulai pada
pukul 08.00 hingga 11.30. Syarat dan dokumen yang harus dipenuhi oleh pihak keluarga semuanya sama dengan syarat kunjungan tatap muka. Syarat barang yang tidak diperkenankan masuk untuk diberikan antara lain senjata tajam dan narkotika. Untuk makanan, pihak keluarga wajib mengemas makanan yang akan dititipkan ke dalam plastik putih bening atau transparan. Barang dan makanan yang akan diberikan kepada pihak para WBP akan diperiksa ulang kembali oleh petugas yang dibantu tahanan pendamping (Tamping).

Apabila telah dilakukan pemeriksaan ulang barulah barang dan makanan akan diberikan kepada para WBP.

Selain mahasiswa KKP diberikan tugas untuk melakukan berbagai pelayanan yang ada di Sub
Seksi Bankumluh.

Mahasiswa KKP juga turut membantu tugas dari Sub Seksi yang lain, salah
satunya adalah turut andil membantu Sub Seksi Administrasi dan Keperawatan melakukan proses administrasi pengisian biodata dan kelengkapan berkas awal pada saat ada tahanan baru yang dikirim oleh Kejaksaan Negeri Surabaya, tanjung Perak, ataupun Polrestabes Surabaya. (igbal HR)

 899 Pembaca,  6 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X