Menko Marves dan Menkes Lakukan Cek Penanganan Covid19 Di Jawa Timur

Pelopor.Net - 14 Agustus 2021 - 00:23 WIB
Menko Marves dan Menkes Lakukan Cek Penanganan Covid19 Di Jawa Timur
 ()
|
Editor

 

Malang, Pelopor.net – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, dan Menteri Kesehatan (Menkes) melakukan pengecekan di sejumlah tempat penanganan covid19, di Malang Raya, Jum’at 13 Agustus 2021.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kabinda Jatim, bersama Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, serta Forkopimda Malang Raya mendampingi kunjungan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkes Budi Gunadi Sadikin di Malang raya.

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kabupaten Malang. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pengecekan Isolasi Terpusat (Isoter) pasien covid, bertujuan untuk mendukung program Pemerintah dalam penanganan covid-19.

Di ruang Isoter BPSDM Kota Malang terdapat 95 Bed Isolasi, terhitung tanggal 13 Agustus 2021 sudah terisi 84 pasien, kini masih tersisa 11 Bed.

Dalam kunjungannya, Menko Marves mengatakan untuk selalu terbuka dalam penanganan covid-19, walaupun angkanya tinggi pasti akan sembuh dan mengalami penurunan.

“Jadi jangan khawatir mengenai angka biarkan saja tinggi. Nanti kalau sudah kita obati pasti turun,” ucap Luhut yang didampingi Forkopimda Jatim dan Forkopimda Malang Raya.

Lebih lanjut Luhut menjelaskan, bahwa kita tidak perlu malu mengenai hal ini, karena ini bukan aib. Penyakit ini bisa diatasi kalau kita tetap mematuhi Protokol Kesehatan.

“ Jadi isoter ini sangatlah penting, begitu nanti anda di-Testing atau Tracing, lalu anda kena. Ikut saja ke Isoter, disini ada Dokternya, ada Makannya, ada Obatnya, Pengecekannya, ada semua dan tidak menularkan kepada keluarga kita,” ungkapnya saat melakukan pengecekan di BPSDM Malang.

Luhut juga mengatakan. Kalau kita tidak hati-hati dari varian Delta, ini sangat berbahaya, bisa menyerang pernafasan, kita tidak tahu tiba saturasi oksigen kita sudah dekat 80, kalau itu terjadi sudah sulit ditolong, sehingga angka kematian tinggi.

“ Kalau di rumah Obatnya belum tentu ada, Dokter enggak ada, Nakes tidak ada, yang ngurusi saturasi Oksigen tidak ada, Oksigen sendiri kalau diperlukan tidak ada. Di sini semua ada,” tutur Menko Marves.

“ Jadi saya titip pada bapak ibu, sekalian teman-teman media, sampaikan. Kepada Pemda, saya titip enggak perlu ada angka-angka yang ditutupin. Biar saja dibuka. Itu masalah kita ramai-ramai kok, enggak ada yang salah. Yang salah kalau kita tutupin. Kalau kita buka, kalau kita tarik patuh dengan Protokol itu, pasti turun,” tukasnya.

Menteri Kesehatan berpesan, dalam hal ini masyarakat tidak perlu takut untuk di Swab, karena kalau ada yang kena, itu kemungkinan dari keluarga terdekat, kemungkinan terpapar, itu bisa di Swab.

” Karena kalau kita di Swab, dan kita tahu hasilnya, itu bisa melindungi keluarga kita. Yang bahaya itu kalau tidak mau di Swab jadi tidak tahu. Justru kalau di Swab itu kita bisa tahu hasilnya, tidak apa apa, penyakit ini cepat kok di sembuhkan,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Usai melakukan kunjungan di BPSDM, rombonga lanjutkan pengecekan pelaksanaan vaksinasi di Poltekkes Kemenkes, Malang. Dengan target capaian Vaksinasi kepada 2.400 masyarakat Malang Raya. Total Vaksinator berjumlah 85 Tenaga Kesehatan dari Poltekkes Kemenkes.

Selanjutnya rombongan lakukan pengecekan di RS. Lapangan, Idjen Boulevard Polkesma, yang meliputi sarana dan prasarana serta jumlah ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR). Sementara ketersediaan Bed 320, dengan rincian pembagian 303 Bed bagi OTG, 27 Bed IGD atau pasien yang perlu penanganan intesnif. Namun, per 13 Agustus, 271 Bed sudah terisi.

Usai melakukan pengecekan di RS. Lapangan, maka rombongan lanjutkan pengecekan pelaksanaan Vaksinasi Dosis Tahap I untuk Ibu Hamil, dan Dosis Tahap II untuk masyarakat di Puskesmas Dadaprejo, Batu.

Sasaran Vaksinasi Dosis Tahap I untuk Ibu Hamil sebanyak 90 Dosis dan Dosis Tahap ll untuk masyarakat Dadaprejo Batu sebanyak 66 Dosis.

Petugas Nakes yang terlibat meliputi tenaga Screening, Registrasi dan Vaksinator sebanyak 12 tenaga Nakes dari Puskesmas Dadaprejo Batu.

Pengecekan isoter juga dilakukan di YPPI Batu, guna memastikan kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung, atau tempat tidur untuk merawat pasien isolasi covid19, baik dengan gejala ringan maupun sedang, itu secara terpusat.

YPPI Batu juga di sediakan tenaga kesehatan, yakni 2 Dokter dan 19 orang perawat. Untuk tempat tidur tersedia 164 Bed dan sudah terisi 59 pasien isolasi.

Usai dari rangkaian kegiatan itu, juga dilakukan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan covid19, di wilayah Malang Raya yang bertempat di Makorem 083/Baladhika Jaya, di hadiri oleh Forkopimda Provinsi Jatim dan Forkopimda Kab/Kota Malang serta Batu. (BERTUS).

 372 Pembaca,  6 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X