Miris, Rumah Sakit KSH Tak Beri Kebijakan Pasiennya

Pelopor.Net - 14 April 2022 - 12:58 WIB
Miris, Rumah Sakit KSH Tak Beri Kebijakan Pasiennya
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Pati – Sungguh memprihatinkan tindakan dari salah satu rumah sakit yang berada di Kabupaten Pati, dengan dugaan tidak adanya toleransi dan kebijakan kepada salah satu pasien yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan Di RS.KSH di jl. P. Sudirman Margorejo Pati, hanya karena kurang dalam pembayaran keluarga pasien tidak di perbolehkan mengambil jenazahnya sebelum keluarga tersebut melunasi administrasi rumah sakit. sementara keluarga harus mengantar almarhumah ibu mertuanya nya ke rumah duka Jl. Karang Wotan 1/3 Puncak Sari Pati dari Rumah Sakit. Rabu (13/04/2022).

Kronologi terjadi ketika Sumarni warga Pati yang beralamat di Jl. Karang Wotan 1/3 Puncak Sari Pati yang merupakan ibu mertua dari Bambang Eko Supriyanto ( Bagus ) menjalani rawat inap di RS.KSH yang sudah berjalan selama 17 hari karena penyakit yang cukup serius yang mesti ditangani Dokter, dan selama itu sudah dua kali di rawat di ruang ICU, untuk ketiga kalinya akibat pendarahan pecah pembuluh darah di kepala yang mengakibatkan harus kembali rawat di ruang ICU karena mengalami penurunan daya tahan tubuh yang cukup drastis hingga meninggal dunia.

Sementara sesuatu hal tak terduga setelah di nyatakan meningal oleh RS KSH, keluarga hendak membawa pulang jenasah Sumarni, saat akan menyelesaikan admistrasi yang harus di lunasi, pembayaran awal selama perawatan pihak keluarga sudah menitipkan uang 45 jt yang kemudian saat pasien Sumarni meninggal ditambah 10 juta sehingga berjumlah 55 juta, akan tetapi pihak rumah sakit bersikeras agar keluarga melunasi kekurangan administrasi sebesar 75 juta untuk dapat membawa jenazah pasien pulang, karena kondisi pada saat itu mendadak dan tidak ada persiapan, keluarga hanya mampu membayar 10 juta, sehingga belum bisa melunasi kekurangan adminstrasi tersebut dan berjanji akan membayar setelah Almarhum Sumarni di makamkan.

“Saya belum bisa melunasi kekurangan ini, karena saat ini gk ada uang sejumlah yang harus di bayarkan, oleh karna meningal nya secara tiba tiba saya memohon agar kekurangan pembayaran akan di selesaikan setelah pemakaman,” jelas bambang

 

Dari keterangan yang di dapat dari Nara sumber, ironisnya pada saat itu pihak RS KSH malah meminta jaminan, bukan malah memberikan toleransi melihat keluarga sedang berduka akan tetapi lebih terkesan memaksa harus melunasi tanpa memberi kebijakan, justru malah pihak rumah sakit meminta jaminan tidak sekedar identitas diri ( KTP ) melainkan barang atau surat berharga senilai kekurangan yang harus di bayarkan, seperti mobil, sertifikat atau kendaraan, lengkap dengan surat suratnya, dengan dalih karena ini merupakan prosedur dari rumah sakit,

Akhirnya dengan terpaksa Bagus beserta keluarga menjaminkan KTP a/n Riana, Mobil Ertiga nopol K 1763 UG, STNK Ertiga dan Kunci mobil Ertiga sebagai jaminan di RS.KSH agar jenazah ibu mertuanya dapat di bawa ke rumah duka untuk di kebumikan.

(EDY / Tim)

 663 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X