Nafsu Memuncak Seusai Mabuk Lem, Pengamen Asal Palembang Coba Nodai SPG Mal Surabaya di Trotoar

Pelopor.Net - 24 Maret 2022 - 13:08 WIB
Nafsu Memuncak Seusai Mabuk Lem, Pengamen Asal Palembang Coba Nodai SPG Mal Surabaya di Trotoar
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – SURABAYA – Arief (28) asal Palembang, Sumatera Selatan melakukan percobaan rudapaksa terhadap seorang wanita SPG sebuah mal di Surabaya, Sabtu (5/3/2022) malam.

Aksi tak senonoh pemuda bertato pada kedua lengannya tangannya itu, dilakukan di atas trotoar bahu Jalan Dukuh Menanggal, Dukuh Menanggal, Gayungan Surabaya, sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban yang berusia 32 tahun itu, sempat terjerembab jatuh, hingga beberapa bagian pakaiannya berhasil ditanggalkan secara paksa oleh tersangka. Aksi tersebut, berhasil digagalkan oleh warga dan para pengendara, yang melintas dan terperanjat dengan teriakan korban meminta tolong.

Pemuda yang cuma lulusan SMP itu mengaku perbuatan tak senonoh yang dilakukan terhadap korban SPG pada malam itu karena dirinya sedang mabuk seusai menghirup lem. Kebiasaan mabuk dengan mengandalkan aroma menyengat lem yang dihirup secara berulang-ulang itu, diakuinya juga telah dilakukan Arief sejak berusia anak-anak.

“Saya ngelem itu. Ngelem Aibon. Saya ngelem dari kecil,” ujarnya, saat diinterogasi penyidik, Rabu (23/3/2022).

Aksi percobaan rudapaksa yang dilakukannya pada pukul 21.00 WIB, lanjut Arief, merupakan pertama kali. Sebelumnya, ia sama sekali tidak pernah melakukan aksi nekat percobaan rudapaksa, selama merantau ke Jakarta hingga ke Kota Surabaya. Ia mengaku dirinya khilaf karena sedang mabuk.

“Saya ngelem, saya khilaf. Waktu kejadian sepi. Iya malam jam 9. Enggak nonton film porno,” jelasnya.

Arief mengaku tidak memiliki sanak famili di Kota Surabaya. Ia hidup sendirian di tempat perantauan.

Sebelum tiba di Kota Pahlawan ini, ia pernah merantau beberapa bulan di Jakarta. Arief mengungkapkan dirinya belum memiliki pekerjaan tetap. Untuk bertahan hidup, selama di tempat perantauan, ia mengandalkan pekerjaan mengamen di persimpangan jalan, ataupun dari rumah ke rumah.

“Saya asli Palembang. Saya ngemper di pinggir jalan. Anak punk iya,” terangnya.

Namun, kebiasaan untuk menghirup aroma menyengat lem yang digemarinya itu, memang diakui Arief, sulit dihilangkan. Tak pelak, seusai menghirup lem, di pinggiran jalanan tersebut, sekitar pukul 21.00 WIB, menjadikan Arief nekat melakukan perbuatan yang tidak-tidak.

Hingga berujung pada percobaan rudapaksa terhadap seorang wanita berprofesi sebagai SPG, yang sedang pulang seorang diri.

“Ceweknya saya jatuhin. Saya buntuti, dia jalan. Setelah saya dorong saya pegang (bagian sensitifnya),” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Gayungan Polrestabes Surabaya Kompol Suhartono mengungkapkan, aksi tersangka itu berhasil digagalkan oleh warga sekitar yang mendengar teriakan korban. Akibat perbuatannya, tersangka bakal dikenai Pasal 289 KUHP Tentang Pencabulan dan Perkosaan.

“Kami terapkan Pasal 289 KUHP tentang pencabulan ancaman minimal 5 tahun, maksimal 9 tahun,” ujar Suhartono.

(Cha)

 474 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X