Operasi Yustisi Tetap Berjalan Selama Ramadhan

Pelopor.Net - 5 April 2022 - 16:53 WIB
Operasi Yustisi Tetap Berjalan Selama Ramadhan
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Pekalongan – Meski saat ini telah memasuki Bulan Puasa Ramadhan 1443 Hijriyah, anggota Satuan Polisi Pamong Praja Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan (Satpol P3KP) Kota Pekalongan tetap rutin menggelar Operasi Yustisi dalam rangka penerapan disiplin protokol kesehatan kendati saat ini kasus Covid-19 di Kota Pekalongan sudah mulai melandai.

Kasatpol PP Kota Pekalongan, Sriyana menghimbau kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, sebab pandemi virus Covid 19 belum berakhir dan tahap vaksinasi masih berjalan. Kepatuhan terhadap 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas adalah hal yang wajib diterapkan agar pandemi Covid-19 bisa terus dikendalikan.

“Operasi masker selama Bulan Ramadhan masih berjalan setiap hari dengan bersinergi bersama 2 orang TNI dan 2 orang Polri dan anggota Satpol 1 regu untuk melaksanakan operasi yustisi,” ucapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin siang (4/4/2022).

Adapun sasaran operasi yustisi tersebut yakni di obyek-obyek vital yang biasanya terdapat kerumunan massa seperti di ruang publik, taman, hotel, sekolahan, dan tempat-tempat umum lainnya yang biasanya dijadikan tempat ngabuburit.

Dalam mencegah penularan Covid-19 ini semua pihak harus saling mengingatkan pentingnya protokol kesehatan, tidak hanya bergantung kepada aparat saja, melainkan tokoh masyarakat,tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat lainnya harus sama-sama peduli. Pasalnya, pencegahan melalui protokol kesehatan ini tidak hanya melindungi diri sendiri, melainkan juga orang lain di sekitar khususnya kelompok-kelompok rentan di tengah masyarakat

“Kami banyak memberikan edukasi, mengingat pengendalian Covid-19 ini sudah menjadi tanggungjawab kita bersama. Jadi, kami terus mengedukasi kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan terutama disiplin menggunakan masker. Kalau misalnya mereka lupa membawa masker atau tidak memiliki masker, kami berikan masker secara gratis. Untuk pelanggaran prokes yang berat memang belum kami temukan, masih sebatas teguran saja,” pungkasnya.

Kominfo/Tim

 243 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X