Papan Larangan Berjualan Utara Taman Kota, Tim OPD Di Sampang Serius Tata PKL

  • Bagikan

SAMPANG, PELOPOR.NET – Tim Penataan dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sampang Madura Jawa Timur mulai serius menjalankan fungsinya dalam menata Pedagang Kaki Lima (PKL) di area Taman Kota

Setelah melalui proses panjang mulai dari Pola pendekatan secara sosial, Asisment, Pendataan, Pembentukan Paguyuban, Sosialisasi berkali kali, Pemetaan, Rakor tingkat OPD maupun PKL serta Pemberitahuan finalisasi Relokasi dan area yang dilarang oleh Tim yang terdiri dari Diskopindag, DLH, Satpol PP dan Dishub

Kini terpasang Papan larangan berjualan di area utara Taman Kota oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat

Kepala DLH Faisol Anshori melalui Kabid Rehabilitasi Konservasi Lingkungan dan Pertamanan Imam Irawan mengaku papan tersebut dipasang jumat malam 2/7 pasca pemberitahuan finalisasi Relokasi oleh Tim Penataan di hari yang sama

Menurutnya upaya itu untuk menindaklanjuti perintah Bupati melalui Sekdakab mengembalikan fungsi Taman dan mempertimbangkan kepentingan maupun kenyamanan pengunjung termasuk jalur lalu lintas tanpa mengabaikan aspek usaha dari PKL

Hj Suhartini Kaptiati Kepala Diskopindag melalui Kasi PU Restrukturisasi dan Kemitraan Slamet Riyanto sabtu 3/7 mengungkapkan rencana relokasi PKL ke selatan Taman Kota sudah lama dan sejak tahun 2020
“Sudah lama berproses, bahkan Paguyuban pun terbentuk tahun 2020,” ungkapnya

Lanjutnya, saat itu para PKL banyak yang tidak mau direlokasi karena area selatan Taman masih sepi dan belum ada perintah untuk mensterilkan area di utara

Namun Paguyuban bersama Anggota memberi contoh dan mengikuti arahan dari Tim untuk menempati sebelah selatan Taman walaupun sepi

Pemetaan tempat diselatan dilakukan terhadap PKL yang mau bergabung kepada Paguyuban dan mau ditata hingga keluar Surat Keputusan (SK) dari Diskopindag

Disisi yang lain Tim bersama Paguyuban tak henti mengajak para PKL yang berjualan di utara dan tetap mengalokasikan tempat di selatan Taman, tetapi lagi lagi masih ada yang keberatan bahkan semakin menjamur

Kabid Penegakan Perda dan Tribum Satpol PP M Taufikurrahman menegaskan sebenarnya dalam regulasi trotoar dan jalan di sekitar Taman tidak boleh ditempati PKL

Tetapi karena ada kebijakan dengan mempertimbangksn aspek sosial dan usaha, para PKL tetap diperbolehkan berjualan asalkan tidak mengganggu pihak lain utamanya aspek kebersihan serta ketertiban umum
“Niat baik Pemerintah ini tentu harus diimbangi oleh para PKL supaya mau ditata demi kenyamanan bersama,” tegasnya yang diamini oleh Kabid Linmas Satpol PP Suaidi

Ia mengaku pihaknya sudah mendapatkan lampiran Surat Kesepakatan Bersama (KSB) yang ditandatangi para PKL serta Ketua Paguyuban dan Pejabat di Diskopindag mewakili Pemerintah sebagai dasar melakukan langkah lanjutan seperti teguran, peringatan bahkan bentuk tindakan bagi yang melanggar

Sementara Khotibul Umam Kasi Lalu Lintas Jalan Bidang Perhubungan Darat Dishub yang juga menjadi Tim, menjelaskan bahwa relokasi ini untuk menata dan menertibkan agar tidak mengganggu pihak lain
“Keberadaan PKL yang dulunya sepi sekarang tambah marak di Taman Kota, jika tidak ditata dan ditertibkan akan mengganggu pihak lain,” jelas Khotibul Umam

Diungkapkan, pihaknya akan mengatur lokasi parkir bagi para pengunjung yang lokasinya di luar Taman tapi tidak jauh dari lokasi

Selain itu, Dishub sedang mengkaji keberadaan Odong odong berikut jalur yang akan dilalui sehingga unsur keadilan dalam upaya relokasi ini dirasakan semua pihak dan diterima semua pihak pula, bukan hanya sekedar mempertimbangkan satu pihak saja

Ia berharap pengertian dari para PKL sebab langkah dari Pemkab ini untuk kepentingan bersama

Sebelumnya Tim sudah merumuskan konsep dan menuju finalisasi Relokasi PKL Taman Kota

Para PKL akan direlokasi di area selatan Taman dengan pengaturan jadwal dan waktu, pada jam kerja area Taman steril dari aktivitas PKL

Setelah itu PKL diperbolehkan untuk berjualan mulai 15.30 sampai 24.00 wib kecuali ditempat yang dilarang (sisi utara Taman)

Pada hari sabtu – minggu diperbolehkan berjualan siang, sore dan malam kecuali ditempat yang dilarang, para PKL dilarang membiarkan rombong atau peralatan usai melakukan aktivitas

Untuk àrea utara jalan bagi PKL yang berjualan di terotoar khususnya yang ada di depan LAB DLH bergeser ke area kosong yang tidak menempati trotoar. (det/hsn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *