Pemilihan Panitia PAW Desa Grati Terkesan Dipaksakan Camat Sumbersuko

  • Bagikan

Lumajang, PELOPOR.NET – Diawali dengan mundurnya Bapak Sulindra selaku Ketua Panitia PAW Kepala Desa Grati , disusul Wakil Ketua dan 2 aggota panitia PAW yang ikut mengundurkan diri maka Musdes (Musyawarah Desa) tentang rencana PAW dinyatakan gagal. Dengan mundurnya 4 panitia PAW tersebut ( Ketua , Wakil , dan 2 anggota ) maka BPD Grati berhak memberikan SK pemberhentian panitia lama dan membentuk panitia baru agar proses PAW Kepala Desa Grati tetap berjalan.

BPD yang merupakan Badan Permusyawaratan Desa yaitu lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah desa dan BPD juga dianggap sebagai “Parlemen”nya desa. Salah satu tugas BPD yaitu membentuk panitia pemilihan Kepala Desa juga termasuk panitia PAW Kepala Desa tanpa ada intervensi dari pihak lain demi menjaga keutuhan masyarakat.

Ketua BPD Bagus saat ditemui dan dikonfirmasi oleh media pelopor.net Jum’at, 4 Juni 2021 tepatnya di kedungjajang mengatakan bahwa pengunduran Ketua Panitia PAW sudah diterima dan dilaporkan ke Bapak Misjoko selaku camat sumbersuko melalui sekdes grati pagi hari Kamis, 3 Juni 2021 dan kemudian malam hari Bapak Misjoko mengumpulkan serta memberi solusi tentang masalah panitia PAW Desa Grati di Kecamatan Sumbersuko.

Dari keterangan Ketua BPD Grati pelaksanaan rapat di Kecamatan Sumbersuko dihadiri Camat Sumbersuko, Ketua Panitia PAW Lama serta anggota, Calon Ketua Panitia PAW dan anggota, PJ Kepala Desa Grati, Ketua BPD serta anggota, Kapolsek dan Danramil Sumbersuko. Masih Kata Ketua BPD bahwa Camat mengusulkan nama calon panitia sebagai pengganti panitia lama yang akhirnya disetujui oleh paserta rapat dimalam hari tersebut, “kalau pak camat bukan menentukan mas tapi lebih mengusulkan calon panitia PAW yang baru , dan calon panitia tersebut pilihan dari pak camat bukan dari BPD. karena sudah dekat juga tanggal 5 ini mepet mas akhirnya iya gimana”, tutur Bagus.

Bapak Sulindra sendiri saat dikonfirmasi lewat seluler menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut dikarenakan kurang dukungan keluarga dan sibuk dengan pekerjaan. Dan ditanya tentang siapa pengganti panitia yang lama semua dipihak BPD. “Iya dari pada keluarga kurang berkenan dari pada tidak tenang gitu aja, dan untuk masalah SK Pemberhentian itu ada di BPD dan panitia yang baru siapa siapanya BPD yang tahu bapak”, tegas sulindra saat menjawab percakapan lewat seluler.

Ditanya kepada Ketua BPD mengenai siapa panitia yang baru dibentuk sesuai usulan Camat Sumbersuko, Bagus mengatakan bahwa “Lupa Tidak Hafal” siapa panitia yang baru karena pak camat yang mengusulkan orang desa grati sendiri. “Duh Lupa Tidak Hafal nama-nama orang mas yang jelas panitia orang dari desa grati”, ungkap bagus.

Dalam PERBUP Nomor 24 Tahun 2021 sudah dijelaskan tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, untuk tugas BPD yang diatur dalam Pasal 1 nomor 10,15 dan 20 dalam menyelenggarakan musyawarah proses pemilihan kepala desa serta keputusan dalam penetapan panitia pemilihan kepala desa. Sedangkan tugas Camat diatur dalam paragraf 2 panitia pengawas dipasal 8 yang dimaksud dalam pasal 7 bahwa panitia pengawas diketuai oleh camat.

Sangat aneh ungkapan Ketua BPD tersebut yang menyampaikan “Tidak Hafal” karena sejatinya tugas wewenang BPD adalah menaungi tentang permusyawaratan masyarakat desa. Mungkinkah proses PAW Kepala Desa Grati ditunggangi kepentingan????(Azs/Lana)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *