Pemkot Surabaya Produksi Ribuan Masker dan APD, Disebarkan Gratis Sampai Kelurahan dan RT-RW

  • Bagikan
MASKER UNTUK WARGA: Pelaku UMKM sedang membuat masker di area Balai Kota Surabaya

Surabaya, Pelopor.net – Deru mesin jahit terdengar bersahut-sahutan dari depan kantor Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Surabaya. Tampak sepuluh perempuan sedang menjahit kain untuk dibuat masker.

Sriyatun, satu di antara sepuluh penjahit itu, terlihat begitu cekatan. Setelah menerima potongan kecil kain hijau, dia langsung menjahit tepi tiga kain tersebut. Kemudian, pada bagian ujung dipasang karet. Tak lebih dari 15 menit, jadilah masker kain dan langsung dimasukkan ke plastik. ”Dalam satu hari, bisa buat 100 buah masker,” kata dia.

Dalam pengerjaan masker kain, ada tiga UMKM yang dilibatkan. Yaitu, UMKM Arsyadina, UMKM Alifah, serta UMKM Kharisma. Mita Arsyadina, pemilik UMKM Arsyadina, menyebutkan bahwa ada 10 penjahit yang dikerahkan. Dalam satu hari, mereka menghasilkan seribu masker. Jenis masker yang dikerjakan adalah earloop. ’’Masker ini memiliki tiga lapisan,’’ terang Mita.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surabaya Wiwiek Widayati menjelaskan, pengerjaan masker itu sejatinya dimulai sejak tahun lalu pada awal pandemi Covid-19. Pembuatan masker sempat berkurang karena pandemi mulai melandai. ’’Dulu sampai 7 ribu masker yang sudah dibuat,’’ paparnya.

Saat ini pembuatan masker itu kembali dipacu. Sebab, virus korona semakin ganas. Menurut Wiwiek, pembuatan masker dilakukan di sejumlah tempat. Penjahit juga bisa mengerjakan di rumah. ’’Sebagai langkah percepatan, pemkot menyediakan ruang pengerjaan di balai kota,” jelas dia.

Pelibatan UMKM itu sekaligus untuk pemberdayaan ekonomi. Di masa pandemi virus korona, tidak sedikit pelaku usaha yang kesulitan karena sepi pesanan. Setelah rampung, masker tersebut langsung didistribusikan ke kecamatan serta kelurahan. Selanjutnya, masker disebarkan ke seluruh RT/RW.

Selain pengerjaan masker, pemkot juga mencukupi kebutuhan APD. Kepala Bagian Humas Febriadhitya Prajatara menuturkan, sejumlah UMKM diminta membantu pemkot untuk pembuatan APD tersebut. ’’Mencukupi kebutuhan baju hazmat,’’ ujarnya.

Beragam bantuan juga diberikan pemkot pada masa pandemi korona. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mencontohkan, bantuan sosial (bansos) terus berjalan. Pemkot memberikan permakanan bagi warga yang menjalani isolasi. Selain itu, pemkot memberikan insentif Rp 400 ribu per bulan untuk satgas kampung tangguh.

Minggu lalu pemkot membantu penyediaan tempat pemulasaraan. Tujuannya, mengurangi antrean penyucian jenazah di rumah sakit. Pengerjaan peti mati pun dilakukan. ’’Di masa pandemi, pemkot dan warga harus bergandengan tangan,” jelasnya.(Jp/Red)

 

 12 Pembaca,  3 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *