Pemkot Surabaya Siapkan Strategi untuk Cegah Covid-19 Varian Deltacron

Pelopor.Net - 18 Maret 2022 - 15:43 WIB
Pemkot Surabaya Siapkan Strategi untuk Cegah Covid-19 Varian Deltacron
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – SURABAYA – Kasus Covid-19 varian Omicron di Surabaya, Jawa Timur, menurun dalam dua pekan terakhir pada Bulan Maret 2022.

Meski demikian, kewaspadaan terhadap pandemi Covid-19 masih tetap dijaga. Saat ini, Pemerintah Kota Surabaya sedang mewaspadai munculnya varian baru, yakni rekombinasi varian Delta dan Omicron atau yang disebut Deltacron.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, hingga sekarang varian Deltacron belum ditemukan di Kota Pahlawan. Meski belum ditemukan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai strategi agar varian baru ini tidak menyebar di Surabaya.

“Yang pasti, kami melakukan optimalisasi penguatan upaya 3T (tracing, testing dan treatment), operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) di tempat keramaian yang menjadi konsentrasi masyarakat oleh seluruh Satgas Covid-19 di wilayah,” kata Nanik di Surabaya, Kamis (17/3/2022).

Selain itu, pihaknya mempersiapkan rumah sakit rujukan Covid-19 untuk memfasilitasi kasus-kasus dengan gejala sedang hingga berat (critical). Pihaknya juga mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi primer Covid-19 dan dilanjutkan dengan booster di Kota Surabaya.

Jika nantinya kasus Covid-19 varian deltacron ditemukan di Surabaya , Nanik menegaskan, pada prinsipnya penanganannya sama dengan varian lainnya, yakni dengan penerapan 3T, prokes hingga vaksinasi.

“Saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan varian deltacron yang telah terdeteksi di beberapa negara Eropa. Selain itu, juga meng-update secara rutin data perkembangan dari WHO,” ujar dia.

Meski kasus Deltacron belum ditemukan di Surabaya dan masih dalam penelitian oleh World Health Organization (WHO) terkait dampak kesehatannya, Nanik mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan varian ini.

“Varian Deltacron masih dalam penelitian dan pemantauan oleh WHO, termasuk gejalanya. Namun, beberapa gejala yang perlu diperhatikan yaitu suhu tinggi, batuk terus menerus, kehilangan indera penciuman dan perasa, sakit kepala, serta sesak napas,” tutur dia.

Seperti diketahui, ilmuwan telah mengonfirmasi kemunculan rekombinasi varian Delta-Omicron di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat.SURABAYA – Kasus Covid-19 varian Omicron di Surabaya, Jawa Timur, menurun dalam dua pekan terakhir pada Bulan Maret 2022.

Meski demikian, kewaspadaan terhadap pandemi Covid-19 masih tetap dijaga. Saat ini, Pemerintah Kota Surabaya sedang mewaspadai munculnya varian baru, yakni rekombinasi varian Delta dan Omicron atau yang disebut Deltacron.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, hingga sekarang varian Deltacron belum ditemukan di Kota Pahlawan. Meski belum ditemukan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai strategi agar varian baru ini tidak menyebar di Surabaya.

“Yang pasti, kami melakukan optimalisasi penguatan upaya 3T (tracing, testing dan treatment), operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) di tempat keramaian yang menjadi konsentrasi masyarakat oleh seluruh Satgas Covid-19 di wilayah,” kata Nanik di Surabaya, Kamis (17/3/2022).

Selain itu, pihaknya mempersiapkan rumah sakit rujukan Covid-19 untuk memfasilitasi kasus-kasus dengan gejala sedang hingga berat (critical). Pihaknya juga mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi primer Covid-19 dan dilanjutkan dengan booster di Kota Surabaya.

Jika nantinya kasus Covid-19 varian deltacron ditemukan di Surabaya , Nanik menegaskan, pada prinsipnya penanganannya sama dengan varian lainnya, yakni dengan penerapan 3T, prokes hingga vaksinasi.

“Saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan varian deltacron yang telah terdeteksi di beberapa negara Eropa. Selain itu, juga meng-update secara rutin data perkembangan dari WHO,” ujar dia.

Meski kasus Deltacron belum ditemukan di Surabaya dan masih dalam penelitian oleh World Health Organization (WHO) terkait dampak kesehatannya, Nanik mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan varian ini.

“Varian Deltacron masih dalam penelitian dan pemantauan oleh WHO, termasuk gejalanya. Namun, beberapa gejala yang perlu diperhatikan yaitu suhu tinggi, batuk terus menerus, kehilangan indera penciuman dan perasa, sakit kepala, serta sesak napas,” tutur dia.

Seperti diketahui, ilmuwan telah mengonfirmasi kemunculan rekombinasi varian Delta-Omicron di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat.

(Ica)

 930 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X