Penyelundupan Satwa dari Banjarmasin Berhasil di Tangkap

Pelopor.Net - 4 Maret 2022 - 17:32 WIB
Penyelundupan Satwa dari Banjarmasin Berhasil di Tangkap
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – SURABAYA – Satreskrim Polres Tanjung Perak Surabaya bersama Petugas karantina menangkap seorang sopir truk yang membawa secara illegal hewan hewan dilindungi pada 23 Febriari 2022 lalu.

Dalam Pers rilis yang digelar di Mapolres Tanjung Perak pada jumat 4 Maret 2022,  Polres KP3 Surabaya bersama Petugas Balai besar karantina pertanian Surabaya   memgungkap kasus satwa yang dilindungi oleh undang undang yang dikirim dari Kalimantan ke Surabaya.

Petugas mengamankan  AS, 33 tahun  yang berprofesi sebagai sopir truk tersebut ketika mengangkut satwa / hewan yang dilindungi dari Banjarmasin dinaikkan di atas truck yang dikendarai Nopol S 9026 ND dan sesampainya di Surabaya.

Setelah turun dari kapal, petugas gabungan antara Kepolisian dengan karantina hewan melakukan pembuntutan serta penindakan terhadap truck tersebut dan diketemukan barang bukti berupa saatwa / hewan yang dilindungi didalam cabin truck.

Saat ini Satreskrim Polres Tanjung Perak sedang mengembangkan para calon pembeli dan penjual hewan-hewan secara ilegal tersebut. Tersangka AS  di berikan upah  Rp400.000 dalam satu pengiriman. Dalam pengakuannya tersangka as masih baru kali ini melakukan pengiriman hewan hewan dilindungi.

Kasat Reskrim KP3 AKP Giadi menegaskan akan mengungkap dari hulu hingga hilir kasus ini.  Serta mengingatkan akan menindak tegas  kepada masyarakat yang memperjual belikan secara illegal hewan yang dilindungi maupun yang hampir punah.

Dalam pengiriman hewan hewan tersebut , tersangka menyisipkan dengan barang barang lain selama perjalanan menuju Surabaya

Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang  bukti berupa 1 (satu) ekor bayi Bekantan jenis laki-laki dalam keadaan mati, 4 (empat) ekor bayi kucing hutan, 1 (satu) ekor burung elang dewasa dan 1 (satu) unit truck fuso nopol S 9026 ND warna hijau.

Atas perbuatannya tersangka terancam Pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Pasal 88 huruf (a) dan huruf (c) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan ancaman pidana paling banyak Rp 100.000.000,00 dan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00.

(jack)

 1,793 Pembaca,  6 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X