Penyidik Ditreskrimum, Menerima Kedatangan Wabup Blitar Di Polda Jatim

Pelopor.Net - 23 Februari 2022 - 08:20 WIB
Penyidik Ditreskrimum, Menerima Kedatangan Wabup Blitar Di Polda Jatim
 (Pelopor.Net)
|
Editor

Keterangan Foto: H. Rahmat Santoso SH.,MH. Wakil Bupati Blitar Sebelah Kanan Samping Baju Batik Merah.

PELOPOR.net – Surabaya – Wakil Bupati (Wabup) Blitar, H.Rahmat Santoso SH,MH. Memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Untuk membuktikan kebenaran laporan dugaan pemalsuan putusan Mahkamah Agung (MA),

“Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, Saya datang karena saya dilaporkan terkait adanya dugaan putusan palsu MA,” ujar Wabup Rahmat Selasa (22/2/2022).

Orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini dimintai keterangannya sebagai saksi selama hampir 3 jam, mulai jam 09.00 sampai 12.00 WIB.

Wabup H, Rahmat Santoso SH,MH menjelaskan, Sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Blitar dirinya memang berprofesi sebagai praktisi hukum. Tentu paham bahwa segala permasalahan hukum, harus dihadapi dengan mentaati prosedur hukum. “Polisi (Polda Jatim) tidak bisa menolak laporan, Saya sebagai terlapor pasti datang untuk memenuhi undangan penyidik,” jelasnya.

Lebih lanjut Wabup H, Rahmat Santoso SH,MH menandaskan kasus ini masih ditangani Ditreskrimum Polda Jatim, Maka dirinya menyerahkan proses hukum ini pada korps Bhayangkara tersebut.

“Saya percaya penyidik bekerja profesional dalam menangani kasus ini, Jadi proses dan hasilnya seperti apa saya serahkan semua ke penyidik,” tandasnya.

Wabup H, Rahmat Santoso SH,MH menambahkan dalam pemeriksaan tadi, Semua pertanyaan penyidik terkait apa yang dilaporkan sudah dijawab dengan gamblang dan jelas.

“Apakah ada atau tidak unsur perbuatan melawan hukum yang saya lakukan, monggo ditanyakan ke penyidik saja,” imbuhnya.

Disinggung apakah kasus ini mempengaruhi tugasnya sebagai Wabup Blitar, dipastikan oleh pria yang juga Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini tidak ada pengaruhnya.

“Saya tetap melaksanakan tugas sebagai Wabup Blitar seperti biasa, Sedangkan laporan terkait kasus ini terjadi sebelum saya menjabat Wabup Blitar pada 2021,” pungkasnya.

(Nur)

 605 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X