Perangkat Desa Grati Menggunakan TKD (Tanah Kas Desa) Tidak Sesuai Peraturan Bupati Lumajang Nomor 11 Tahun 2007

Pelopor.Net - 10 Juli 2021 - 12:52 WIB
Perangkat Desa Grati Menggunakan TKD (Tanah Kas Desa) Tidak Sesuai Peraturan Bupati Lumajang Nomor 11 Tahun 2007
 ()
|
Editor

Lumajang, PELOPOR.NET – Ismantoro Sardjono alias Kreco mantan Kepala Desa Grati ditetapkan sebagai Terpidana dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi terkait Pengelolaan dan Persewaan TKD (Tanah Kas Desa) yang tidak sesuai dengan Peraturan Bupati Lumajang Nomor 11 Tahun 2007 Pasal 9 ayat (3) Tentang Pedoman Pengelolaan Tanah Kas Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Aset Desa serta Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 Pasal 3 Tentang Tindak Pidana Korupsi.

Seolah sudah menjadi kebiasaan buruk bahwa “Peraturan diciptakan untuk dilanggar” seperti yang terjadi pada Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengelolaan Tanah Kas Desa.

Peraturan tersebut sudah dilanggar oleh Mantan Kepala Desa Grati termasuk Perangkat Desa Grati Mochammad Fendi yang memiliki jabatan sebagai Kaur Kesra dimasa Kepemimpinan Ismantoro Sardjono.

Dalam Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengelolaan Tanah Kas Desa Pasal 9 ayat 1 Jangka waktu Pemerintah Desa menyewakan Tanah Kas Desa (TKD) kepada pihak ketiga hanya untuk jangka waktu 1 Tahun dan dapat diperpanjang dan diperbaharui disewakan kembali untuk 1 Tahun berikutnya. ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap persewaan Tanah Kas Desa (TKD) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Keputusan Kepala Desa dengan persetujuan BPD dan ditindaklanjuti dengan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Pemerintah Desa dengan Pihak Ketiga.

Merujuk pada Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengelolaan Tanah Kas Desa. Proses sewa menyewa yang dilakukan oleh Mochammad Fendi sudah mutlak melanggar, karena Tanah Kas Desa (TKD) bagian Mochammad Fendi disewakan kepada Didik Nur Cahyono langsung dengan jangka waktu 3 Tahun senilai Rp 30.000.000 sejak 2 Juni 2019 sampai 2 Juni 2022 kemudian disewakan lagi selama 1 Tahun kepada Darso hingga Juni 2023.

Didik selaku pihak ketiga mengiyakan bahwa proses sewa menyewa tersebut dilakukan dirumah Mochammad Fendi selaku Perangkat Desa dan disaksikan oleh istri masing-masing tanpa ada keputusan dari Kepala Desa dan persetujuan dari BPD.

“Saya menyewa 1 tahun mas terus saya lempar ke orang lain karena ada rame-rame itu, iya pembayarannya 3 tahun mas langsung ke pak Fendi pertahun 10 juta”, terang Didik.

Mochammad Fendi saat dikonfirmasi oleh Media Pelopor Jum’at 9 Juli 2021 di Balai Desa Grati tidak membenarkan dan mengaku kalau Tanah Kas Desa (TKD) dikerjakan sendiri dan tidak ada sewa menyewa, “iya dulu saya sewakan ke pak didik 3 tahun senilai Rp 30.000.000 jadi pertahun Rp 10.000.000 kalau sekarang kan sudah tidak boleh disewakan”, ucap Fendi.

Disela konfirmasi Sekertaris Desa Grati Evita Dwi Pujowati agaknya kurang senang dengan kedatangan Media Pelopor dan menanyakan ada apa kepada pewarta saat konfirmasi, Vita juga menjelaskan kalau masalah TKD sudah selesai kemarin.

“Ada apa, kalau masalah TKD sudah beres kemarin, iya kuatir aja mas”, Tutur Vita.

Jabatan Pak Fendi yang dulu sebagai Kaur Kesra sekarang diganti dibagian pelayanan saat ini Kaur Kesra dijabat oleh Erwin sekaligus merangkap sebagai Mudin.

Keterangan yang Fendi berikan sangat jauh dengan kenyataan yang ada, pasalnya keterangan dari Darso salah satu juru air kepada kami kalau dirinya masih harus menunggu untuk mengerjakan sawah bagian Fendi . Karena masih disewa Didik yang dilimpahkan kepada Dul orang dari Desa Klampok Arum dan sekarang dikerjakan Gatel warga Desa Grati. Fendi juga sudah menerima uang dari Darso senilai Rp 10.000.000 untuk jangka 1 tahun tapi masih harus menunggu Juni Tahun depan untuk mengelola TKD tersebut setelah dikerjakan Gatel.

“Pak Pepeng/ Fendi datang ke saya untuk menyewakan TKD bagiannya tapi setelah Pak Gatel dan saya sudah membayar pak Rp 10.000.000 untuk 1 tahun”, terang Darso kepada Media Pelopor.

Sangat disayangkan Mochammad Fendi sebagai Perangkat Desa Grati memberikan keterangan berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada, sebagai Perangkat Desa seharusnya dapat mengayomi dan juga memberikan contoh yang baik kepada Masyarakat Desa Grati.

Kalau Mantan Kepala Desa Grati Ismantoro Sardjono alias Kreco bisa menjadi Terpidana Korupsi kasus Penyalahgunaan Wewenang dalam Pengelolaan dan PersewaanTanah Kas Desa (TKD) maka seharusnya Mochammad Fendi selaku Perangkat Desa Grati ini juga di proses secara hukum seperti Ismantoro Sardjono. Demi tegaknya keadilan di Negara kita ini yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Azis)

 699 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X