Perkara Fasilitas Pinjaman Dengan Jaminan D.O. Roosdiana Katakan Bank Sudah Konfirmasi.

Pelopor.Net - 31 Maret 2022 - 09:19 WIB
Perkara Fasilitas Pinjaman Dengan Jaminan D.O. Roosdiana Katakan Bank Sudah Konfirmasi.
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Surabaya – Sidang perkara fasilitas platform pinjaman di Bank Bukopin kembali digelar diruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dengan agenda pemeriksaan terdakwa Roosdiana selaku komisaris di PT. Agro Mulya Jaya (AMJ). Rabu (30/3/2022).

Terdakwa Roosdiana didalam keterangannya saat dilakukan1 pemeriksaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Darwis dari kejari surabaya, semua keterangannya sama dengan keterangan terdakwa Aris Kurniawan selaku Direktur. terkait fidusia terdakwa tidak pernah ditanya.

Terkait PT. Argo Mulya Jaya (AMJ) mengajukan pinjaman ke Bank Bukopin pada tahun 2012 yang dilakukan Direktur, untuk keperluan pembelian gula, terdakwa Roosdiana selaku Komisaris mengetahuinya. Bahkan terdakwa Ròosdiana juga mengetahui platform pinjamannya pada tahun 2012, sebesar 875 Milyard.

“Kredit tersebut, dengan jaminan Delivery Order (DO) dari PT.Sugar Labinta (SL) dan sudah lunas ,” terangnya..

Terdakwa Roosdiana juga menerangkan bahwa pinjaman tersebut, sudah ada konfirmasi dari Bank ke produsen yaitu, PT.SL. Sedangkan, keterangan saksi, Susi Apeng yang disampaikan dipersidangan itu, menurut terdakwa Roosdiana selaku Komisaris tidak pernah ada.

Dan masalah fasilitas kredit PT.Argo Mulyo Jaya (AMJ) terdakwa Roosdiana mengetahui sejak tahun 2011 sampai tahun 2014. Roosdiana menerangkan ada kemacetan pada tahun 2014 dikarenakan gula tidak bisa jual dan gula dari PT.SL menghalang halangi sehingga Bank tidak bisa eksekusi.

“Bank Bukopin mau eksekusi fidusia ke gudang, ada perlawanan dalam bentuk bantahan dan gula dijual ke pihak lain ,”kata terdakwa Roosdiana.

Mengenai DO dari PT.SL yang dijaminkan pembayarannya sudah lunas kata terdakwa Roosdiana. Pada tahun 2017 Terdakwa Roosdiana pernah mendapat laporan mengenai PT. Argo Mulyo Jaya (AMJ) dipailitkan oleh Bank Bukopin lalu dilaporkan. Dalam hal Kepailitan, PT.SL juga diundang dan menyatakan keberatan.

“Dalam rapat kreditur PT.SL menyatakan, keberatan sebagai kreditur ,” ungkap terdakwa.

Berdasarkan, keterangan terdakwa, pada tahun 2012 PT.SL kurang bayar 20 persen diambil dari fasilitas kreditnya PT.Argo Mulyo Jaya (AMJ).

“Posisi tersebut, PT.Argo Mulyo Jaya (AMJ) beri talangan, karena PT.SL meminjam fasilitas kredit PT.Argo Mulyo Jaya (AMJ) lantaran, ke petani tidak bisa hutang ,”kata Roosdiana.

Atas kekurangan pembayaran Ali Sanjaya dari pemilik PT.SL, terdakwa Roosdiana mau memberi pinjaman PT.Argo Mulyo Jaya (AMJ) karena faktor kepercayaan aja dengan Ali Sanjaya.

“Jaminan DO PT.SL sebesar 37 Ribu Ton gula dijaminkan ke Bank Bukopin. awalnya, saat di survey gulanya ada namun, saat Bank Bukopin akan melakukan eksekusi gula ternyata tidak ada ya !, saya tidak tahu ,” ungkapnya.

Terdakwa Roosdiana selama berhubungan dengan para petani tidak pernah ada masalah, hutang jaminan DO Roll Over dengan jaminan yang sama.dan Saat perjanjian kredit tidak ada yang salah bahkan dilakukan di kantor Bank.

(Nur)

 387 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X