Pimpinan Bank Jatim Cabang Sidoarjo Ditangkap Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

Pelopor.Net - 18 Maret 2022 - 07:51 WIB
Pimpinan Bank Jatim Cabang Sidoarjo  Ditangkap Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Surabaya – Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim Dr Mia Amiati SH,MH, baru menjabat dua pekan berhasil menangkap dan menetapkan tersangka Kepala Bank Jatim Cabang Syariah Sidoarjo Bambang Ariyanto, dalam perkara dugaan korupsi Bank Jatim Cabang Syariah Sidoarjo Senilai Rp 25 milliar dengan modus kredit fiktif.

Tersangka Bambang Ariyanto merupakan tersangka ketiga kasus ini setelah penyidik dua bulan lalu menetapkan dua tersangka yang salah satunya anak buahnya di Bank pelat merah.

“Tersangka Bambang Ariyanto berperan sebagai pemutus pemberian kredit,”kata Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Jatim Fathur Rohman saat di konfirmasi, Kamis (17/3/22).

Kini tersangka ditahan di Rutan Negara Kejati Jatim, Modus dugaan korupsi ini dengan cara pengajuan pembiayaan kredit multiguna syariah oleh PT Astra Sedaya Finance (ASF) Surabaya l menggunakan nama-nama 187 karyawan perusahaan tersebut.

Namun sebagian nama- nama itu sebenarnya fiktif, Uang dari hasil pencairan kredit itu yang diduga dikorupsi.

Menurut dia, kenyataannya tidak semua yang mengajukan permohonan pembiayaan multiguna syariah karyawan PT Astra Sedaya Finance (ASF), Sebagian ada yang hanya memunjam KTP dan Kartu Keluarga (KK) dari orang -orang yang hendak melamar pekerjaan di perusahaan tersebut.

Hanya sebagian data dari karyawan PT Astra Sedaya Finance (ASF) yang dipinjam namanya untuk mengajukan permohonan pembiayaan multiguna di Bank plat merah tersebut.

Terkait perbuatan tersangka Bambang Ariyanto dalam pemberian kredit kepada PT Astra Sedaya Finance Surabaya l dilakukan secara melawan hukum dan tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang udangan yang berlaku pada unit usaha syariah kepada karyawan PT Astra Sedaya Finance (ASF),”tuturnya.

Kasi Penkum Fathur juga menambahkan, Bahwa berkas permohonan yang diajukan ke Bank pelat merah itu tanpa melalui proses sebagaimana yang telah ditetapkan dan diatur dalam BPP multiguna syariah.

Berkas permohonan hanya sebagai persyaratan formal untuk bisa direalisasikannya pembiayaan multiguna syariah.

“Hasil realisasi tidak tepat sasaran dan tidak tepat penggunaannya,”kata Fathur

Hasil penelusuran tim audit internal Bank, penyaluran pembiayaan multiguna pada unit usaha syariah dikantor cabang sidoarjo kepada karyawan perusahaan leasing sejak tahun 2013 hingga 2020 yang telah beberapa kali direstrukturisasi.

Data terakhir outstanding pembiayaan mencapai Rp 25,5 milliar. Nilai yang dianggap penyidik sebagai kerugian negara, dari perbuatan tersangka Bambang Ariyanto telah melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 jo pasal 18 Undang -undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Setelah melakukan proses penyelidikan dan pengumpulan barang bukti serta memeriksa beberapa saksi, maka kami tim jaksa penyidik melakukan penahanan pada tersangka Bambang Ariyanto  karena di kwatirkan tersangka akan melarikan diri,”jelas Fathur.

(Nur)

 2,955 Pembaca,  6 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X