Polda Jawa Timur Bongkar Sindikat Produsen Dan Pengedar Uang Palsu

Pelopor.Net - 4 November 2022 - 10:50 WIB
Polda Jawa Timur Bongkar Sindikat Produsen Dan Pengedar Uang Palsu
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

PELOPOR.net – Surabaya – Polda Jatim bongkar Sindikat Produsen dan Pengedar Uang Palsu (Upal) dari berbagai Daerah di Indonesia.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan 11 orang Tersangka dan mengamankan lembaran kertas Upal siap edar sebanyak 808,6 Juta.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto bersama instansi terkait, merilis hasil pengungkapan Tindak Pidana Upal, pada Kamis (3/11/ 2022) di depan teras Gedung Mahameru Mapolda Jawa Timur.

Dalam ungkap tersebut, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto bersama Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jawa Timur dan Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, serta dihadiri oleh Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) BI Jawa Timur Budi Hanoto dan instansi lainnya dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Bea Cukai Jawa Timur.

Dalam pengungkapan tersebut, Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho menjelaskan, para Pelaku yang berhasil di tangkap ini telah beroprasi selama 1 Bulan, mulai Maret sampai April 2022 dan berhasil Mencetak Uang Palsu sebanyak 2 Milyar, namun para Pelaku sudah mengedarkan sebanyak Rp1,2 Milyar, sisanya sebanyak Rp.800 Juta yang telah diamankan oleh Polisi sebagai Barang Bukti.

Selain itu, Polisi juga mengamankan Barang Bukti beberapa Unit Mesin Cetak beserta perangkatnya, yang digunakan Pelaku untuk Pencetak Upal.

“Kami pada 14 Oktober menerima laporan dari rekan-rekan BRI, terkait temuan Uang Palsu, kurang lebih 4 Juta, yang langsung kami Tindak Lanjuti sejak tanggal 14 sampai 1 November 2022,” papar AKBP Agung.

“Kita sudah mengamankan 11 Tersangka, mulai dari Pengedar Uang Palsu, Manajer Produksi Uang Palsu dan sekaligus pihak Pendana. Dari 11 Tersangka pembuat Uang Palsu, kita amankan di beberapa tempat, di Kediri, lalu kami kembangkan lagi, kembali di wilayah Jawa Tengah, di Jakarta serta kita kembangkan lebih dalam lagi, ternyata Pabriknya berada di Cimahi, Jawa Barat,” ungkap Kapolres Kediri.

Sementara itu, Budi Hanoto, selaku Kepala Perwakilan BI Jawa Timur menyampaikan, terimakasih kepada pihak jajaran Polri, terutama Polda Jawa Timur, maupun Polres Kediri, atas gerak cepatnya dan kerja keras dalam Pemberantasan Uang Palsu ini. Budi menjelaskan.

Sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2011, Tentang Mata Uang, itu adalah yakni Rupiah, satu-satunya alat yang Sah untuk transaksi Pembayaran. Rupiah itu merupakan Simbol Kedaulatan Negara, sebagaimana Simbol-simbol yang lain.

“Oleh karena itu, kita wajib Menghormati dan Melindungi. Dengan adanya Peredaran Uang Palsu, itu sama saja merendahkan Kehormatan Rupiah dan juga merupakan Tindakan Melawan Hukum,” tutur Budi Hanoto.

“Kami siap mendukung Pak Kapolda dalam Pemberantasan Uang Palsu ini. Nanti dalam prosesnya, kami bersedia jadi Saksi Ahli dan juga untuk beberapa proses yang lain, kita siap dan bisa bersinergi,” ungkapnya.

Lebih lanjut budi menjelaskan, pihak Bank Indonesia ini sebetulnya telah Menerbitkan, Mengedarkan Uang Kertas dengan Tahun edar yang baru, itu pun dilengkapi dengan Keamanan-keamanan. Sehingga, sangat Susah untuk Dipalsukan.

“Ingat 3D ya, Dilihat, Diraba dan Diterawang sedangkan itu semua tanda-tandanya ada. Yang palsu ini tentu tidak memenuhi Syarat itu, jadi kewaspadaan perlu ditingkatkan dengan sosialisasi yang baik, kita akan bisa menanggulangi dan sekaligus mencegah Praktek-praktek Uang Palsu,” pesannya.

“Bank Indonesia juga mengimbau kepada masyarakat, jangan pernah takut untuk melapor, apabila menemukan Uang Palsu. Karena, sesuai dengan undang-undang malah kalau mendiamkan, itu bisa Didakwa juga.

Oleh karena itu, Laporkan, dan pihak Bank Indonesia siap menerima Keluhan masyarakat,” pungkasnya Kepala Korwil BI Jawa Timur.

 

(Bertus/S)

 607 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X