Proyek Saluran Irigasi Di Desa Sumberagung Kecamatan Modo Diduga Tidak Sesuai Spek Dan RAB

  • Bagikan

PELOPOR.net, Lamongan – Proyek saluran irigasi untuk mengairi area persawahan oleh kelompok tani yang tergabung dalam P3A yang lokasi sebelah utara Dusun Tronglong, Desa Sumberagung, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, dalam pelaksanaannya irigasi tersebut, bukan dilakukan oleh pihak yang tergabung dari Kelompok Tani Desa Sumberagung, Jatipayak dan Sidodowo melainkan dari pihak rekanan kontraktor / pemborong.

“Bukan warga sini yang bekerja dari luar desa semuanya, juga pemborong dari mana kurang jelas, proyek irigasi guna mengairi area persawahan. Proyek irigasi ini kelompok tani melalui Gabungan Hippa yang diketuai oleh Agus dari Perangkat Desa Jatipayak, Sekretaris Aris dari warga Kedungwaras, sedangkan Bendaharanya dari Maskur dari Dusun Mambung Desa Sambungrejo dan Pengawasnya dari Sekdes Sidodowo Kecamatan Modo.

Namun, di saat pengerjaan proyek tersebut tidak dilakukan dengan swakelola melainkan diduga dikerjakan oleh rekanan tanpa ada kordinasi semua pengurus dalam kegiatan yang sudah berjalan diperkirakan 20 hari kalender,” Kata Sueb warga setempat kepada awak media, Sabtu (16/10/2021).

Kata dia, sebelumnya sudah ada bangunan dugaan pengerjaan pondasi bawah bukan pengerjaan baru. Namun proyek irigasi ini diduga dikerjakan oleh rekanan hanya pengerjaan batu ditata yang menggunakan bahan material berupa batu limestone (kompong), setelah itu pakai besi warmes di atas batu yang sudah tertata dengan berdiameter kecil-kecil hingga dilakukan cor pakai molen.

Serta pasir dilakukan cor kualitasnya diduga tidak sesuai SOP, padahal, diutamakan sebagai perekat diantara batu tersebut, tidak tutup kemungkinan hal tersebut akan mempengaruhi kualitas dan umur proyek. kini diduga tidak sesuai spesifikasi yang diatur dalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB),” tambahnya.

Masih kata dia, Seharusnya dalam bangunan itu selalu ada pengawasan dari pihak konsultan dan pihak dari dinas pengairan sehingga hasilnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Bahwa, bangunan irigasi ini seperti pondasi bawah diduga banyak yang tidak sesuai mulai dari pengerjaan tidak dilakukan pengalian 40 Cm, Bahkan, Papan informasi tidak di pasang, sementara proyek tersebut sudah 50 persen masih belum ada papan informasinya. Sehingga proyek irigasi dari Dinas Pengairan Balai Besar Kabupaten Lamongan hingga sekarang tidak di ketahui berapa nilai pagu anggarannya.

Seharusnya dengan adanya hal ini, peran aktif konsultan dan pengawas maupun dari dinas terkait seyogyanya harus mengawasi regulasi pembangunan untuk peningkatan mutu kualitas sehingga bisa di rasakan manfaatnya buat masyarakat secara umum,” pungkasnya.

(rid-r)

 282 Pembaca,  3 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *