Proyek Siluman Baru Seumur Jagung Sudah Rusak Parah Di Desa Dayu Kidul

Pelopor.Net - 30 Oktober 2022 - 21:44 WIB
Proyek Siluman Baru Seumur Jagung Sudah Rusak Parah Di Desa Dayu Kidul
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

Bojonegoro – Pelopor.net – Pembangunan infrastruktur yang sejatinya bertujuan agar bermanfaat bagi masyarakat namun disinyalir dikerjakan asal jadi sehingga baru dikerjakan sudah ada beberapa lokasi yang rusak, hal ini tentunya menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Desa Dayu Kidul.

Dari pantauan Awak media di lokasi pengaspalan terdapat retakan yang sangat lebar dengan panjang sekitar 5 meter membelah ruas jalan sehingga membahayakan para pengguna jalan, penebalan material dasar dan pemadatannya terlihat tidak dikerjakan sesuai ketentuan, hal ini terlihat dengan tipisnya bekas dasaran, bahkan di beberapa titik lokasi sama sekali tidak terlihat adanya dasaran, sehingga saat dilalui kendaraan langsung rusak.

Berdasarkan narasumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kalau baru dibangun dua hari sudah pecah-pecah seperti itu aspalnya, kok terkesan pengerjaan nya asal jadi, ini baru 2 hari sudah begitu, kalau sudah sebulan apa tidak lebih rusak lagi? Ujarnya, dan hal itu terlihat di bagian lain pembangunan jalan poros desa ini ada 2 titik yang sudah mulai berlubang.

Pembangunan proyek ini semakin menjadi tanda tanya besar saat sama sekali tidak ditemukan nya papan proyek yang berisikan informasi publik tentang asal-usul proyek, nilai proyek, dan folume proyek tersebut, hal ini jelas menyalahi aturan tentang keterbukaan informasi publik.

Sesuai amanah undang-undang keterbukaan informasi publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan publik, dan Perpres no 54 tahun 2010 yang mengatur setiap pengerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek.

Saat kami mencoba untuk klarifikasi ke ibu kades Dayu Kidul Siti Mutmainah, beliau mengatakan kalau pengerjaan proyek ini sesuai RAB dan Rusaknya jalan ini dikarenakan Alam.

Padahal dari fakta dilapangan terlihat ada beberapa titik jalan yang berlubang diduga dikarenakan tidak adanya dasaran campuran pasir dan batu dan langsung diaspal diatas tanah liat, sehingga saat ini sudah terlihat berlubang di beberapa titik.

Kejanggalan lain adalah panjang bangunan 275meter dipaksakan memanjang menjadi 295meter, tentunya disini ada beberapa material yang kualitasnya diduga dikurangi sehingga dengan anggaran yang tersedia untuk 275 meter dipaksakan menjadi 295 meter. Yang ahirnya berimbas turunya kualitas material yang berdampak mudah rusaknya jalan ini. (Dwi)

 1,463 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X