Lapangan Tembak Disulap Jadi RS, Rumah Sakit Sudah Tak kuat Lagi Menampung Pasien

  • Bagikan

SURABAYA, PELOPOR.NET – Lonjakan kasus covid-19 terus terjadi. Rumah sakit (RS) sudah tak kuat lagi menampung pasien. RS lapangan terus ditambah untuk bisa menampung warga yang dirawat serta isolasi mandiri. Salah satu bangunan yang kini terus dipercepat untuk bisa menjadi RS adalah lapangan tembak, Minggu (4/7/2021).

Lapangan tembak yang berada di kawasan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak merupakan icon Surabaya. Tempat ini merupakan lapangan yang berstandart internasional dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melihatnya cocok untuk menjadi rumah sakit lapangan guna merawat warga yang akan isolasi mandiri.

Eri menuturkan, dipilihnya lapangan tembak karena banyak ruangan yang sangat luas dan sangat cocok untuk dijadikan ruang isolasi pasien COVID-19. Sehinga lapangan tembak yang bertaraf internasional itu sangat cocok untuk dijadikan rumah sakit lapangan menampung pasien COVID-19, terutama yang masih gejala ringan.

Sampai pagi ini, satgas dari DKRTH, DPRKPCKTR, dan satgas dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, ditambah satgas dari Dinas Pemuda dan Olahraga, dan beberapa satgas lainnya terus membersihkan dan menyiapkan lapangan tembak itu menjadi rumah sakit lapangan penanganan COVID-19.

Eri juga meminta perbaikan beberapa ruangan. Pada beberapa ruangan juga ditambah fasilitasnya. Akhirnya, lapangan tembak itu benar-benar akan ‘disulap’ menjadi rumah sakit lapangan untuk merawat pasien COVID-19.

Eri menuturkan, sampai hari ini di Surabaya banyak yang melakukan isolasi mandiri. Bahkan, ia juga memastikan banyak yang ingin masuk ke Hotel Asrama Haji ketika sudah terpapar COVID-19 untuk melindungi keluarganya masing-masing. “Hari ini di Asrama haji yang antri sudah 700 orang, sehingga hari ini kita membuat tempat untuk rumah sakit lapangan isolasi mandiri, seperti di Asrama Haji itu,” kata Eri.

Nantinya, di tempat itu juga akan ada perawatnya dan lapangan tembak di Kedung Cowek itu terus ditata untuk mempersiapkan rumah sakit lapangan itu. Setidaknya, ada empat tempat yang sangat lebar dan luas yang bisa dijadikan tempat perawatan pasien COVID-19 itu.

“Jadi, dari depan pintu masuk, dari bawah itu akan ada tempat IGD, setelah itu baru dimasukkan ke kamar-kamar. Insyallah hari ini kita siapkan semuanya dengan mengerahkan semua satgas, kita siapkan tempat tidurnya dan semuanya. Senin insyallah sudah bisa dioperasionalkan rumah sakit lapangan di lapangan tembak ini, semoga bisa bermanfaat,” jelasnya.

Eri juga mengaku merasa tidak tega ketika melihat warga Surabaya yang terpapar COVID-19. Ia juga mengaku tidak ingin ada warga Surabaya yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik dari kota tercinta ini. Makanya, ia pun memastikan bahwa apapun akan dilakukan untuk kepentingan warga Surabaya, yang penting warga Surabaya sehat dan terbebas dari COVID-19. “Semua yang dimiliki oleh pemkot akan kita manfaatkan untuk melayani warga, termasuk gedung ini,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa yang akan dirawat di rumah sakit lapangan itu adalah pasien OTG atau gejala ringan, karena khusus yang sudah sesak nafas dan sudah parah akan langsung dirawat di rumah sakit. Sedangkan yang masih gejala ringan bisa dirawat di tempat tersebut.

“Kalau isolasi di tempat ini kan bisa dipantau oleh dokter, karena di sini nanti juga akan ada dokter, yang paling penting itu. Berbeda kalau isolasi mandiri di rumah, kan tidak ada dokter, sehingga tidak bisa dipantau dan itu yang mengkhawatirkan,” imbuhnya.

Di lapangan tempak nanti disiapkan kapasitas sekitar 500 lebih. Namun, jumlah itu masih dihitung kembali, karena prosesnya masih terus dilakukan penataan, apalagi masih ada beberapa ruangan yang bisa dipergunakan juga. “Tapi nanti kita pastikan lagi dengan bed jumlahnya berapa, nanti insyallah kita pastikan, tapi daya tampungnya sekitar 500 lebih,” ucapnya.(Snc/Red)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *