Stop kekerasan terhadap wartawan DPW AJV dan PPKHI Kalteng Kutuk Penembakan Pemred Lassernewstoday.com

  • Bagikan

PALANGKA RAYA (PELOPOR.NET) – Kabar duka kembali datang dari dunia pers Indonesia setelah peristiwa tragis yang dialami oleh Pempred Lassernewstoday.com Marasalem Harahap alias Marsal (42).

Marasalem wartawan senior di Sumatera Utara ini harus tewas setelah menerima terjangan peluru oleh Orang Tak Dikenal ( OTK) pada bagian paha kiri dan dibawah perutnya pada Sabtu 19 Juni 2021.

Anggota salah satu persatuan media siber ini ditemukan meninggal didalam mobilnya di kawasan Huta 7 Pasar 3 Nagori Karang Anyer Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Menyikapi penembakkan tersebut Ketua DPW Aliansi Jurnalist Video ( AJV ) Kalteng Hamli Tulis yang didampingi wakil sekretaris Aulia Mirza mengutuk keras kejadian tersebut dan ingin segera kasusnya dituntaskan.

” Kita sebagai sesama insan pers merasa ini adalah peristiwa yang tragis,karena kita tahu semua insan pers bekerja untuk menyajikan informasi dan fakta kepada publik” Ungkap Hamli Tulis Sabtu 19 Juni 2021.

Dirinya juga mengatakan bahwa resiko bekerja didunia pers sangat besar dan rekan rekan media saya ingatkan untuk selalu berhati hati dan waspada karena banyak sudah peristiwa kekerasan yang diteima oleh wartawan.

” Kami juga turut berduka cita dan mendoakan rekan kami Marasalem Harahap,dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan jangan ada lagi tindak kekerasan terhadap wartawan ” Ucap Hamli

Terpisah Ketua DPD Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia ( PPKHI) Kalteng Antonius Kristianto sangat geram dengan peristiwa penembakan yang dialami marsal.

” Rekan- rekan media tentunya bekerja dengan dilindungi UU pers,jadi pihak atau oknum tertentu tidak bisa mengambil tindakan kekerasan terhadap para wartawan ” Beber Anton saat dikonfirmasi via Whats Up.

Dirinya juga meminta kepada pihak yang berwenang untuk menindak tegas siapa saja yang melakukan kekerasan terhadap wartawan.

” Saat ini DPD PPKHI Kalteng juga mendampingi dua kasus kekerasan yang dialami rekan wartawan,karena kami saat menghargai profesi wartawan yang juga membantu kami saat untuk meletakkan hukum pada tempatnya” Pungkas Anton.(Rayati)

 21 Pembaca,  6 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *