Tahun 2022, Kasus Curanmor Meningkat di Lubuklinggau

Pelopor.Net - 1 Januari 2023 - 21:16 WIB
Tahun 2022, Kasus Curanmor Meningkat di Lubuklinggau
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Lubuklinggau – Polres Lubuklinggau menggelar pres rilis akhir tahun mulai bulan Januari sampai Desember 2022 di Mapolres Lubuklinggau pada Sabtu (31/12/2022).

Dalam pres rilis tersebut, kejahatan konvensional masih mendominasi di Kota Lubuklingau.

Diantaranya curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), curanmor, pencurian, penganiayaan beray (anirat), pembunuhan, penggelapan, penipuan dan senjata tajam (sajam).

“Kasus curanmor mengalami kenaikan. Di tahun 2021 sebanyak 29 kasus, tahun 2022 sebanyak 40 kasus,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi.

Selain itu, kasus lainnya yang alami kenaikan yakni pencurian, anirat, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perlindungan anak juga alami kenaikan.

Kapolres mengungkapkan, kasus pencurian di Lubuklinggau tahum 2021 sebanyak 14 kasus. Dan di 2022 sebanyak 17 kasus.

“Mengalami kenaikan kasus pencurian,” ungkapnya.
Lalu kasus anirat, tahun 2021 sebanyak 51 kasus. Kemudian di 2022 naik menjadi 65 kasus.

“Juga mengalami kenaikan 65 kasus,” jelas Kapolres.

Selanjutnya kasus KDRT di tahun 2021 sebanyak 15 kasus. Namun di tahun 2022, kasus KDRT ditambahkannya naik menjadi 16 kasus. “Juga mengalami kenaikan,” timpalnya.

Sedangkan kasus perlindungan anak tambah Kapolres, juga alami kenaikan atau peningkatan. “Perlindungan anak ada 30 kasus tahun 2021, dan di tahun 2022 menjadi 41 kasus, mengalami kenaikan,” bebernya.

Meseki begitu menurut Kapolres, tindak kejahatan konvensional di Kota Lubuklinggau pada 2022 dibandingkan dengan tahun 2021 mengalami penurunan.

“Kejahatan konvensional jumlah tindak pidana selama tahun 2022 sebanyak 406 kasus. Itu mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2021 sebanyak 440 kasus,” pungkasnya.

(af)

 447 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X