Tim labfor dan pengelola ungkap penyebab kebakaran Tunjungan Plaza Surabaya

Pelopor.Net - 15 April 2022 - 15:00 WIB
Tim labfor dan pengelola ungkap penyebab kebakaran Tunjungan Plaza Surabaya
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – SURABAYA – Penyebab Tunjungan Plaza Surabaya Kebakaran hingga saat ini masih menjadi misteri yang disorot oleh publik. Beberapa fakta yang merujuk ke penyebab kebakaran diungkap oleh pihak pengelola dan Tim Labfor. Pengelola Tunjungan Plaza (TP) sudah memiliki dugaan dari mana api tersebut berasal. Sedangkan Tim Labfor masih sebatas lokasi awal kemunculan api.

Berikut fakta terbarunya :

1. Diduga dari komponen pendingin udara

Direktur Marketing Pakuwon Group selaku pengelola Tunjungan Plaza, Sutandi Purnomosidi mengungkap, versi lain penyebab kebakaran bangunan TP 5 Surabaya yang terjadi pada Rabu (13/4/2022) kemarin. Ia menyebutkan, api diduga bersumber dari sebuah komponen pendingin udara gedung ataucshiller AC dari sebuah ruang Bioskop XXI. Komponen yang terbakar tersebut, berlokasi di area outdoor atau rooftop yang berada di lantai 10 Gedung Tunjungan Plaza Surabaya.

Artinya, sumber api,yang digadang-gadang sejak awal bersumber dari area gerai restoran di lantai 5, tidak terbukti. Dan fakta adanya komponen bangunan yang terbakar hebat, hingga rontok dari lantai 5 gedung sempat diabadikan video ponsel warga saat kejadian. Ternyata, itu merupakan fasad bangunan berbahan mudah terbakar yang kebetulan terdapat di lantai 5.

“Tidak ada satu pun api yang berasal dari dalam mal. Dan tidak ada satu pun tenant yang terkena dampak dari api. Justru yang terjadi api dari luar yang berdampak ke fasad mal,” kata Sutandi saat jumpa pers di Atrium Utama TP 3, Kamis (14/4/2022).

Kendati demikian, Sutandi bersyukur, berkat gerak cepat dari Pemadam Kebakaran Pemkot Surabaya, dan Kru Fire Fighting Pakuwon Grup bersama aparat lainnya, termasuk dari kepolisian memblokir jalan. Potensi rambatan api dapat segera diminimalisir. Sehingga tidak lebih dari 20 menit kobaran api yang melahap bagian komponen fasad gedung dapat dipadamkan.

“Api dalam waktu 15-20 menit bisa dikendalikan. Sehingga bisa mengurangi efek lebih jauh dari kondisi di TP 5,” jelasnya.

Sejak pukul 08.30 WIB, tujuh orang anggota Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya telah masuk ke dalam gedung untuk memulai proses investigasi guna menguak penyebab pasti kebakaran. Mereka juga didampingi oleh anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya dan juga Tim Bidang Humas Polda Jatim. Hingga kini, dari depan gedung Tunjungan Plaza Surabaya, belum ada tanda-tanda bahwa proses investigasi tersebut akan rampung.

“Hari ini kami berharap bisa diselesaikan pemeriksaan dari Labfor, dan segera kami bisa melakukan pembenahan, pembersihan dan pengeringan lokasi TP 5,” pungkas Sutandi.

2. Lokasi awal kemunculan api

Lokasi kemunculan api penyebab kebakaran Gedung Tunjungan Plaza Surabaya, pada Rabu (14/4/2022) kemarin, dipastikan bersumber dari bagian plafon sisi luar area atau teras, ruangan bioskop di lantai 10. Namun, Tim Labfor belum dapat memastikan, benda semacam apa yang menjadi pemicu nyala api sebelum membakar beberapa fasad gedung, yang berada di area langit-langit tersebut.

Mengingat, proses uji laboratorium masih dilakukan terhadap tiga barang bukti dari TKP, seperti abu sisa pembakaran, seutas kabel, hingga bekas lampu. Kepala Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim Kombes Pol Sodiq Pratomo memperkirakan, proses pengujian secara laboratoris tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar empat hari. Dari hasil laboratorium tersebut, ia dapat menyimpulkan penyebab pasti pemicu kemunculan api pertama kali hingga akhirnya membesar dan melumat sejumlah bagian fasad gedung.

“Makanya kami belum bisa, makanya kami cek lab dulu. Karena orang lab kita harus buktikan secara laboratoris dulu,” katanya saat ditemui di depan Gedung Labfor Mapolda Jatim, Kamis (14/4/2022).

Di singgung mengenai dugaan kuat pemicu api. Sodiq enggan berspekulasi macam-macam, sebelum proses laboratorium yang dilakukannya membuahkan hasil. Namun, berdasarkan pengamatannya bersama tim berjumlah tujuh orang selama kurun waktu tujuh jam sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB itu. Unsur elektrik sebagai pemicu awal kemunculan api menjadi temuan bermuatan informasi paling logis dan mendasar, atas proses investigasi penyebab kebakaran gedung yang masih memasuki tahap awal ini.

Kedati demikian, Sodiq menegaskan, temuan awal tersebut, masih harus disinkronisasikan dengan sejumlah alat bukti pendukung yang bertautan, seperti temuan barang bukti, keterangan saksi, dan gambar gedung teknis dari TP tersebut.

“Kalau memeriksa itu, penyebab kebakaran bisa dari alam, elektrik, mekanik, kimia, biologi. Kita sisir itu. Ternyata kalau alam, jelas tidak ada, karena tidak ada petir dan lain-lain. Kimia, tidak ada. Biologi, gak ada. Mekanik, kayaknya gak ada,” jelasnya.

“Lebih banyak mungkin lebih ke listrik, apakah ada unsur-unsur yang lain kelalaian atau apa, baru kita sinkronisasi,” ungkapnya.

Mengingat proses investigasi tersebut masih memasuki tahapan awal. Sodiq mengatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya bakal melakukan proses pengggalian data kembali ke TKP, sewaktu waktu. Oleh karena itu, kini pihak Labfor telah melokalisir wilayah TKP yang menjadi sasaran penyelidikan kasus kebakaran tersebut. Yakni terpusat pada lantai 10 dan 11. Dua lantai tersebut, Sodiq menegaskan, masih dilakukan penyegelan menggunakan garis batas polisi (Police Line). Namun, untuk lantai lainnya, sudah tidak lagi dipasang garis batas polisi.

3. Kepulan Asap Berwarna Putih Sempat Terlihat

Sebelumnya, Kepulan asap berwarna putih masih terlihat dari lantai lima Gedung Tunjungan Plasa Surabaya yang sempat terbakar, Rabu (13/4/2022). Hingga pukul 22.00 WIB. Kepulan asap tersebut terlihat saat air pemadam kebakaran disemprotkan dari crane pencakar langit Truk Bronto Skylift berukuran tinggi 104 meter. Kepulan asap itu, malah merayap di jalanan tempat puluhan orang petugas pemadam kebakaran berjibaku mempersiapkan segala sesuatu memadamkan kebakaran. Bahkan, makin malam, kepulan asap sisa bara bekas api yang basah tersiram api itu, seperti menyulap area sepanjang Jalan Embong Malang di depan Gedung Tunjungan Plaza itu, menjadi berkemelut kabut. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya Dedik Irianto memastikan, sejak pukul 18.30 WIB, titik utama kobaran api sudah dapat dipadamkan. Namun, asap bekas bara api yang tersiram air semprotan selang pemadam, menimbulkan kepulan asap yang terus menerus mengepul lalu menyeruak keluar dari bangunan lantai 5 tersebut.

“Tadi sempat menggunakan alat termal itu, ada titik api nyala. Tapi saat kami kejar, disiseti ternyata kompornya (restoran) belum dimatikan. Sudah kami matikan,” katanya pada awak media, Rabu (13/4/2022).

Kobaran api paling kontras memang bersumber dari lantai 5. Bahkan perambatannya terjadi hingga ke lantai 12. Api menyambar beberapa ornamen hiasan tulisan gedung yang mudah terbakar. Namun, asap pasca pemadaman di lantai 5, malah turun ke lantai 4, melalui konekting diantara kedua ruangan lantai tersebut. Bahkan, sampai menyebar ke lantai lain yang berada di atasnya. Oleh karena itu, Dedik mencurigai, diduga kuat sumber atau keberadaan titik api utama berada di lantai 4, 5 dan 10. Karena hingga kini pihaknya masih belum dapat mengetahui pasti dimana titik api tersebut.

“Lantai 10, 5, dan 4, itu dicurigai titik api. Akumulasi asapnya pekat. Makanya kami curigai, sumber apinya di mana,” jelasnya.

Kasuistik kejadian kebakaran pada objek Gedung Tunjungan Plaza Surabaya Mall kali ini, diakui Dedik berbeda dinamika kesulitannya dibandingkan insiden kebakaran yang terjadi pada objek bangunan tidak bertingkat. Kali ini, petugas pemadam kebakaran terpaksa harus mendeteksi bagian per bagian ruangan yang dipisahkan dinding semipermanen, untuk mencari titik keberadaan api.

Selain itu, kesulitan lain yang dirasa petugas, ketinggian bangunan gedung yang menjadi objek lokasi kebakaran, juga menjadi kendala. Sehingga, Dedik harus menyiasati dengan cara menjangkau bangunan lantai yang terbakar itu, berdasarkan kemampuan jangkauan cakar langit truk Bronto Skylift yang dimilikinya.

“Yang dari ketinggian. Makanya kami kerahkan, Bronto. Ada 3, yang 104 m paling tinggi, yang 55 m kami bawah semprot, yang 42 m, kami kerahkan di bawahnya lagi. Tiga tingkat ini kami serang berbarengan. Agar penurunan suhu segera tercapai,” ungkapnya.

Ada 28 unit truk pemadam kebakaran berbagai jenis dikerahkan untuk mempercepat mekanisme pembasahan di gedung tersebut. Dedik memastikan, tidak ada korban luka ataupun jiwa dalam insiden kebakaran itu. Kecuali, ada beberapa orang petugas yang mengalami sesak nafas ringan, akibat kepulan asap bara api yang basah tersiram api.

Namun itu dianggap Dedik, biasa. Dan sudah dapat ditangani oleh petugas medis yang bersiaga bersama mereka.

“Iya ada. Tapi itu biasa buat kami,” tukasnya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Dedik ditemani Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep, masih melakukan monitoring dan pemantauan pembasahan gedung. Dedik memastikan, tidak ada lagi titik api apalagi perambatan susulan pascakebakaran. Bahkan bangunan lantai atap yang menjadi area parkir mobil, terpantau aman.

“Api hanya di mall-nya aja. Tidak sampai merembet ke parkir. Aman. Tadi ada yang udah ambil mobil,” pungkasnya.

(Feli)

 

 309 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X