Ucapan Terimakasih Dari Seniwati Pegiat Seni Dan Budaya Surabaya

Pelopor.Net - 19 Desember 2022 - 08:32 WIB
Ucapan Terimakasih Dari Seniwati Pegiat Seni Dan Budaya Surabaya
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

PELOPOR.Net – Surabaya – Sejumlah 65 ribu siswa pelajar SD dan SMP Surabaya, telah menyelesaikan gelar Tari Remo massal pada beberapa titik di Surabaya, yang diselenggarakan pada Minggu (18/12/2022) pukul 06.00 WIB serempak, akan memecahkan rekor MURI.

Namun menurut Wali Kota Surabaya “Eri Cahyadi”, gelar event tersebut bukan sekedar untuk mencari rekor MURI saja, tetapi sekaligus menunjukkan bahwa seni budaya tersebut adalah milik Bangsa Indonesia, yang sudah melekat di Kota Pahlawan, agar kedepan tidak sampai diakui oleh negara lain .

Pada sisi lain, event tersebut juga menimbulkan dampak positif pada pegiat seni dan budaya Surabaya, seperti yang telah didapati oleh awak media PELOPOR, pada 18 Desember 2022 pukul 18.30 WIB, sebut saja “Asih Soewito” (66th), warga Jl. Jambangan Baru II.C no.18 Surabaya, adalah pegiat seni dan budaya sejak berusia 7 tahun.

Selain terlibat dalam bentuk layanan rias dan persewaan kostum Tari Remo, pada Sekretariat LUDRUK GEMA BUDAYA,
“Asih” juga turut merasa bangga dan bahagia, dengan ditampilkannya kembali seni budaya Jawa Timuran yang sudah hampir tidak dikenal orang.

Menurut “Asih”, Tari Remo merupakan tarian khas Jawa Timur, yang berasal dari Jombang, menggambarkan kegagahan, kepahlawanan, dan keberanian, sebagai tampilan pembuka pada pementasan Ludruk, kesenian khas Jawa Timur.

Namun pada sisi dan waktu yang lain, juga sebagai salah satu tarian untuk penyambutan tamu besar atau kenegaraan, yang biasanya ditampilkan oleh satu penari atau lebih.

Tarian ini berawal dari gagasan para penari jalanan yang terdapat di Jombang, yang semula kebanyakan dibawakan oleh penari laki-laki (pada masa lalu). Namun kurun waktu berjalan, perkembangan Tari Remo menjadi semakin luas di Jawa Timur.

Dan sampai hari ini, perkembangan tarian ini sudah menyesuaikan bentuk dan versi berdasarkan khas daerah masing-masing, sehingga sekarang bisa kita bedakanTari Remo dengan gaya Jombangan, Suroboyoan, Malangan, hingga Meduroan, yang masing-masing memiliki ciri dan karakteristik sendiri-sendiri.

Gerakan Tari Remo dominan dengan gerakan kaki yang rancak dan dinamis, didukung dengan adanya lonceng kecil (gongseng) yang dipasang di pergelangan kaki dan selalu berbunyi saat penari melangkah atau menghentakkan kaki di panggung.

Ciri lainnya, tarian ini menggunakan gerakan selendang, anggukan, gelengan kepala, ekspresi wajah, dan kuda-kuda, yang membuat tarian ini semakin atraktif.

Macam gaya busana pada tarian ini, di sesuai dengan versi tariannya, yaitu busana gaya Sawunggaling, Surabayan, Malangan, dan Jombangan, yang pada semua versi selalu menggunakan ikat kepala,

Sedangkan alat musik yang di gunakan adalah gamelan, yang biasanya terdiri atas bonang, saron, gambang, gender, slentem siter, seruling, kethuk, kenong, kempul, dan gong, sebagai pengiring tarian.

Melalui media PELOPOR, “Asih” mengucapkan beribu banyak terimakasih kepada para pegiat dan semua yang terlibat dalam event Tari Remo Serentak di Surabaya ini, yang menurutnya sungguh menyentuh hati dan mengingatkan pada masa muda dan lampaunya, tutur Asih.

(AgwaN)

 822 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X