Valencya Simbol Wanita Kuat

  • Bagikan

PELOPOR.net – Heboh kasus Valencya yang disidang di Pengadilan Negeri Karawang. Sampai-sampai saat sidang pada Kamis (18/11/2021), anggota DPR Rieke Diah Pitaloka, hadir di persidangan. Lengkap dengan membawa pendukung yang rata-rata perempuan.

Rieke memang cerdas dan maju paling depan untuk urusan perempuan. Kendati nama Rieke sangat kental dengan tokoh dalam sitcom Bajai Bajuri. Rieke memerankan tokoh Oneng, istri Bajuri. Saking fenomenalnya sosok telmi yang diperankan Rieke, kata oneng sudah menjadi kata ganti buat penyebutan telmi alias telat mikir.

Valencya kini menjadi symbol wanita kuat. Yang melawan ketidakadilan. Korban dari kasus ini sangat luar biasa. Sembilan jaksa di Kejaksaan Negeri Karawang diperiksa di Kejaksaan Agung, seorang pejabat di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dicopot.

Di penyidikan tingkat pertama, tiga penyidik Ditreskrimum Polda Jabar dicopot dari jabatan. Ini karena memang berkas awal yang disidangkan ditangani kepolisian. Artinya, bila laporan mantan suami Valencya tidak diproses, tentu kasusnya tidak akan seviral ini. Tidak akan seheboh ini.

Pengorbanan Valencya memang luar biasa. Valencya warga negara Indonesia. Pada 2000 dinikahi Chan Yu Ching, warga Negara Taiwan yang sedang berada di Indonesia. Setelah menikah, Valencya diboyong ke Taiwan.

Tapi saat di Taiwan, Valencya baru tahu suaminya ternyata duda tiga anak. Suka mabuk alkohol. Pekerjaan suami juga tidak jelas. Di sana, Valencya bekerja serabutan. Telanjur.

Kemudian, mereka kembali ke Indonesia. Tinggal di Karawang karena banyak kerabat Valencya di situ. Valencya melahirkan dua anak.

Valencya membuka toko bangunan. Sedangkan Chan Yu Ching yang WNA dengan visa kunjungan tidak bisa bekerja.Tiap empat bulan sekali Chan harus kembali ke Taiwan sebagai syarat WNA. Sampai akhirnya Valencya berkorban mensponsori Chan menjadi WNI. Memodalinya membuat perseroan terbatas.

Tapi masalah tidak selesai. Keduanya kemudian cekcok dan terjadi saling lapor. Valencya menggugat cerai ke Pengadilan Negeri Karawang. Tapi April 2018, keduania didamaikan dan cerai dibatalkan.

September 2019, Valencya kembali menggugat cerai. Chan menolak menceraikan dan membalas melaporkan Valencya ke polisi. Soal pemalsuan surat kendaraan. Laporan tidak diproses.

Tapi 2 Januari 2020 PN Karawang mengesahkan gugatan perceraian Valencya. Chan naik banding. Pada Agustus 2020 Pengadilan Tinggi Jawa Barat memutuskan, menguatkan putusan PN Karawang. Chan-Valencya bukan lagi suami istri.

September 2020, Chan diusir dari rumah Valencya. Lalu, Chan melapor ke Polda Jawa Barat. Pada 11 Januari 2021, Valencya ditetapkan sebagai tersangka pengusiran. Tapi, proses belum berlanjut.

September 2021, Valencya melaporkan Chan ke Polres Karawang atas dugaan penelantaran keluarga. Tidak menafkahi dua anak, sesuai perintah pengadilan.

Laporan belum sempat diproses, Chan melaporkan Valencya, tuduhan memarahi karena Chan mabuk. Sewaktu Valencya marah, direkam Chan. Rekaman itulah barang bukti hukum. Kasus ini lah yang kemudian berhasil bergulir di kejaksaan dan disidangkan.

Kasus ini langsung meledak setelah Valencya pingsan mendengar tuntutan satu tahun penjara. Kini, masuk penjara karena karena memarahi suami yang mabuk menjadi konten di sosial media. Di TikTok, parodi kejadian ini mudah ditemukan. Juga di SnackVideo.

Jujur, saya sendiri salah satu orang yang mengakui kekuatan wanita. Salah satu kemampuan wanita yang diakui adalah multitasking, atau mampu mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang relatif sama.

Misalnya, seorang ibu bisa menyuapi anaknya makan sekaligus memakaikannya baju sekolah. Atau bisa menyiapkan baju untuk suaminya berangkat kerja sambil menyiapkan sarapan untuk anggota keluarga. Laki-laki tidak bisa.

Lalu siapa bilang perempuan itu mahluk yang lemah? Anda salah. Obat kuat hanya untuk laki-laki. Tidak untuk perempuan. Ups..

Penulis Adalah : Noor Arief Kuswadi,

PEMIMPIN REDAKSI PELOPOR.

 

 282 Pembaca,  9 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *