Wali Murid korban mafia buku LKS berharap Polres Mojokerto Naikan Status Terhadap Laporannya

Pelopor.Net - 13 Juli 2021 - 12:43 WIB
Wali Murid korban mafia buku LKS berharap Polres Mojokerto Naikan Status Terhadap Laporannya
 ()
|
Editor

MOJOKERTO, PELOPOR.NET – Sudah 141 hari laporan Hadi Purwanto ST, wali murid asal SDN Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto korban dari peredaran buku LKS dari CV. DEWI PUSTAKA milik anggota Dewan kabupaten Mojokerto ke Polres Mojokerto, Namun hingga saat ini kasus tersebut belum bisa dikatakan sebagai suatu tindak pidana atau terkesan jalan ditempat.

Hadi Purwanto, S.T, saat menggelar konfersi Pers di warung sate bu carik desa Mlaten, kec. Puri, Mojokerto. Selasa (13/7/2021) menyampaikan bahwa kasus perdagangan buku hasil bajakan yang dilakukan oleh AY anggota Dewan kabupaten Mojokerto  yang dilaporkan di polres Mojokerto hingga saat ini terkesan jalan di tempat. Mestinya pihak polres Mojokerto sudah melakukan penangkapan atau minimal menyegel kantor CV.DEWI PUSTAKA

Padahal dugaan Pidana yang dalam kasus tersebut sudah terang benderang, Judul buku pada kulit depan buku Penjasorkes kelas 6 terbitan CV.DEWI PUSTAKA dengan merk News Fokus tidak sama dengan judul buku pada bagian awal buku tersebut, Buku Penjaskes kelas 6 SD terbitan CV. DEWI PUSTAKA dengan merk dagang New Fokus tidak pernah mencantumkan nama penulisnya dan pelaku perbukuan lainya, ISBN 978-602-9622-656 pada Buku Penjasorkes kelas 6 SD terbitan CV.DEWI PUSTAKA tidak pernah dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

” Hal ini dikuatkan lagi dengan hasil surat karifikasi ISBN 978-602-96262-656  Perpustakaan Nasional RI Nomor : 867/DBP.05/VI.2021 tanggal 10 Juni 2021 yang intinya ISBN tersebut tidak pernah dikeluarkan oleh pihak Perpustakaan Nasional RI dan ISBN tersebut tidak terdapat pada data base ISBN Perpustakaan Nasional RI, kan jelas itu murni pidana pemalsuan ” kata Hadi

Lebih lanjut menambahkan Hadi,setelah dirinya melakukan gerakan ke  ke beberapa instansi kemarin dirinya mendapat surat pemberitahuan pengembangan penyidikan dengan No: B/ 341/VII/RES.3.3/2021 dari Satreskrim Polres Mojokerto yang intinya pihak polres sudah memanggil sejumlah saksi-saksi dalam kasus tersebut.

“Namun dalam surat tersebut tidak dijelaskan secara rinci terkait Tanggal pemanggilan saksi-saksi tersebut di lakukan kapan, karena para saksi itu di panggil saat saya melakukan gerakan-gerakan” ujarnya

Ia juga berharap kasus yang dilaporkanya di naikan status atau menetapkan terlapor  sebagai tersangka dan melakukan penahanan, atau penyegelan kantor CV. DEWI PUSTAKA.

” Dua alat bukti sudah ada dan bukti permulaan sudah berlimpah kami berharap harus sudah menetapkan tersangka dalam kasus penerbitan perdagangan buku hasil bajakan tersebut” pungkas Hadi (Hardi)

 129 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X