Wisata Bisnis Lendir, Berkedok Kafe Karaoke dan Warung Esek-Esek Bebas Beroprasi

Pelopor.Net - 30 November 2022 - 11:59 WIB
Wisata Bisnis Lendir, Berkedok Kafe Karaoke dan Warung Esek-Esek Bebas Beroprasi
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

PELOPOR.net – Pati – Maraknya Bisnis lendir berkedok kafe karaoke baru baru ini di kampung baru dan ngemblok yang bertitik lokasi didesa Margorejo kecamatan Margorejo kabupaten Pati baru baru ini menjadi perbincangan publik, pasalnya lahan pemukiman yang ber,alih fungsi menjadi lahan bisnis lendir berkedok kafe ditengarai dijadikan ajang keuntungan oleh oknum tidak bertanggung jawab, Rabu, (30/11/2022).

Ironisnya, bisnis esek-esek itu dikemas dalam warung remang-remang, layaknya sebuah cafe dengan suara musik yang hingar bingar. Bahkan pekerjanya tidak segan-segan menawarkan jasa seks kepada para pengunjung dan pria hidung belang yang singgah ke warung remang-remang tersebut.

Berdasarkan informasi warga yang tinggal di sekitar pemukiman dibuat resah dengan menjamurnya lokasi maksiat itu. Warga khawatir bila praktik prostitusi mengganggu generasi muda bila tidak cepat ditindak. Karena hampir setiap hari lokasi tersebut ramai dikunjungi para pria hidung belang. Belum lagi wanita yang tinggal di lokasi berprilaku genit dan berpenampilan seksi

“Siapa yang tidak takut tergoda, kita takut anak-anak dan keluarga ada yang terjerumus nantinya, bukan rahasia umum lokasi tersebut sangat rawan tindak kejahatan, tempat ini juga diduga rawan tindakan kriminal, kita sangat menyayangkan dinas terkait tidak melakukan tindakan yang nyata dengan tidak menutup lokasi maksiat tersebut”, ungkap warga setempat yang enggan namanya dipublikasi.

Wanita wanita penghibur,dengan tarif 350ribu ,satu paket , karaoke dan ditemani dalam tanda kutip oleh perempuan perempuan cantik,minuman keras beredar bebas,tidak ada penegakkan hukum,

hal ini,perlu di pertanyakan juga tugas satpol PP sebagai penegak PERDA dalam hal ini wajib ikut andil untuk memberi sangsi tegas dan pembubaran karena tempat tersebut telah meresahkan masyarakat juga secara agama tidak di benarkan harus di hentikan ato di tutup karena bisa merusak generasi bangsa yang bisa menciptakan tindak kejahatan dengan gaya mabok setelah pesta minuman keras yang bikin suasana tidak kondusif di lingkungan masyarakat di tambah lagi lahan tersebut termasuk lahan pemukiman.

(Angga)

 808 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X